Showing posts with label iip. Show all posts
Showing posts with label iip. Show all posts

8/12/17

Aliran Rasa Level 6

Bismillahirrahmanirrahim,

Sebenarnya ummi ragu waktu mau nulis aliran Rasa Level 6 kali ini soalnya ini game level pertama yang tidak bisa diselesaikan dengan sempurna huhuhu, keteteran dengan waktu mudik yang memang kepanjangan karena pilihan kami sendiri hihi. Tapi inshaallah dengan niat tulus, ummi ingin sharing sedikit tentang Menstimulasi Matematika Logis pada anak di level kemarin.

Yang ummi posting dan setor kemarin kalau tidak salah sampai Day 4, tapi pelaksanaannya selesai sampai Day 8. Nah di antara hari-hari menstimulasi matematika logis dengan fikriy, mungkin karena sudah di usia 4th dan alhamdulillah berhitung sederhana sudah bisa, ummi stimulasi dengan hal-hal yang sangat sederhana dan ada di sekitar ketika kami sedang melakukan apa dan dimana saja. Pernah waktu kami dalam perjalanan ke Cicalengka, kebetulan diajak makan di daerah Nagrek. Setelah hampir selesai makan, fikriy dan sepupunya asik menghitung jumlah mobil yang masuk ke lahan parkir dari lantai dua restoran tempat kami singgah tersebut.
Untuk mengklasifikasi, kadang ummi ajak fikriy belajar mensortir jumlah kendaraan besar dan kendaraan kecil yang jumlahnya banyaaaak banget dari koleksi mobil-mobilan di rumah. Waktu di Jogja, saat membantu uci dan kakek menjemur pakaian, ternyata ada banyak warna jepit jemuran, dan dengan santai ummi ajak belajar konsep tambah dan kurang. Alhamdulillah responnya selalu positif karena diajak bermain dalam keadaan santai dan menyenangkan.

Level kali ini terasa sangat menyenangkan karena butuh usaha sedikit saja untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak. Nah untuk konsep menjumlahkan, mengurangi, masih perlu diulang kembali agar pemahaman fikriy lebih mantap lagi. Kemarin saat mudik, dengan segala keterbatasan kami bermain dengan kondisi yang ada. Oiya, fikriy juga sedang senang menghitung jumlah orang atau penumpang setiap bepergian. Misalnya kami akan bepergian kemana, nanti fikriy akan bertanya, siapa saja yang ikut dan kemudian dia akan menjumlahkan total peserta yang akan berangkat, hihihi. Lucu banget melihat anak-anak belajar matematika yaa.

Mudah-mudahan di level selanjutnya, kami sekeluarga bisa lebih baik lagi dalam menjalankan program keluarga. Doain yaaa :)

7/23/17

Tantangan 10 Hari Level 6 Day 3

Bismimllaahirahmaanirrahiim...

Tadi pagi sebelum kami tur singkat ke Kaliurang, kakek menawarkan Fikriy dan dede sarapan roti bakar karena kebetulan di rumah ada pemanggang roti listrik yang kadang-kadang digunakan kalau pas ada stok roti. Karena mesisnya habis, jadi kakek menyiapkan dua tangkup roti dilapisi mentega dan gula pasir, ummi malah suka yang begitu saja soalnya nanti dimakan sambil minum kopi pagi-pagi di tengah dinginnya cuaca Jogja, endess deh hehe.

Sekitar 10 menit menunggu panggangan selesai, kakek memanggil Fikriy dan dede untuk menghabiskan sarapan roti panggangnya. Dengan dua alas makan, roti panggang yang berbentuk diagonal dari bekas panggangan tersebut dibagi menjadi dua oleh kakek. Kemudian ummi teringat salah satu yang bisa diajarkan kepada anak-anak mengenai matematika logis adalah dengan membagi makanan kepada anggota keluarga.

"Fikriy, rotinya ada berapa?", tanya ummi.

"Dua, mi", jawabnya sambil mengunyah roti.

"Berarti kurang berapa, Mas rotinya?", tanya ummi lagi karena ada ummi, kakek dan uci yang berada di ruang keluarga.

Sambil menghitung, Fikriy menjawab "Tiga, mi. Kurang untuk ummi, kakek dan uci" (ayah yang sedang puasa langsung di-skip oleh Fikriy :P)

"Wah bener, mas. Rotinya kurang 3 lagi yaa. Tapi ngga papa buat Mas sama dede aja, yaa. Nanti ummi sekalian beli sarapan pas kita keluar."

Teaching math for kids can be fun too !


Jogjakarta, 24 Juli 2017

6/24/17

T10H Level 5 Day 10

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah Allah Subhanahu wa Ta'ala sampaikan kita ke penghujung Ramadhan dan hari ini 1 Syawal 1438 H in shaa allah mudah-mudahan menjadi awal bagi lembaran amal-amal shalih kita setelah sebulan dilatih untuk tak lengah mengisi setiap saatnya dengan ibadah. Aamiin allahumma aamiin.

Ummi kemarin sudah mulai on duty di dapur untuk mencicil masak, dan malamnya ketiduran waktu mau membacakan anak-anak buku dalam proyek pohon literasi keluarga. Dan hari ini kami berkemas untuk menginap ke rumah kakak perempuan tertua ummi di Jakarta Selatan. Dan sesampainya di sana, ummi langsung dinas di dapur jadi akhirnya membacakan buku terakhir di hari ke sepuluh ini baru bisa ummi lakukan di malam hari. Bukunya juga apa yang ada di rumah maklung soalnya ummi kelupaan bawa buku ke mobil sebelum berangkat. Hihi, maaf yaa Fikriy dan Dede.

Nah, kemarin ummi lihat beberapa brosur dan booklet sisa perjalanan maklung (Bude) nya Fikriy ke Eropa sebelum bulan puasa. Ummi pilih brosur tentang wisata di negara Swiss. Ternyata alamnya bagus banget dan banyak pilihan wisata yang ditawarkan kepada pengunjung. Mulai dari pegunungan Alpen, museum, shopping Centre, universitas tempat dulu Albert Einstein pernah sekolah, pusat shopping cokelat Lindt terbesar, air terjun Rhine, Lucerne dan sebagainya.

Fikriy dan Mahira ummi ajak menjelajahi negara di Eropa melalui foto-foto yang sangat indah di dalam brosur tersebut. Walaupun perhatiannya terpecah karena mereka berdua sibuk sekali bermain dengan Om serta tante nya, tapi alhamdulillah ummi sangat menghargai usaha mereka dalam proyek kali ini. Terutama Fikriy yang di penghujung Ramadhan kena pilek, mungkin saking semangatnya kena angin ketika kami berangkat naik motor dan terkena terpaan angin AC ketika berada di dalam mesjid.

Ummi sampaikan langsung apresiasi kepada Fikriy, betapa senang dan bangganya atas semangat ke mesjid, membaca iqro dan banyak hal lainnya yang dilakukan selama bulan Ramadhan ini. Doain ya supaya Fikriy dan Mahira menjadi anak-anak yang sholeh dan shalihah. Rencananya kemarin ummi mau kasih sticker untuk apresiasi kerja keras anak-anak, tapi mohon maaf ternyata kelupaan karena sibuk nyiapin masakan dan packing hihi.

Akhirul kalam, ummi dan keluarga mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan ini dan menjadikan kita Istiqomah dalam beribadah selama 11 bulan ke depan, aamiin ya mujibassa'ilin.

Petukangan Selatan,
1 Syawal 1438 H

6/22/17

T10H Level 5 Day 9

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Sepertinya sudah ramai yang mudik ke kampung halaman ya, kemarin sore menjelang berbuka melihat update di televisi jalanan sudah padat. Jadi nostalgia kalau lihat pemudik:) Fii amanillah saudariku yang sedang dalam perjalanan, semoga silaturrahim dengan keluarga membawa banyak keberkahan ya!

Kemarin cuaca mendung-mendung sayu dan matahari tidak terlalu panas, cuacanya tenang sekali, alhamdulillah. Tapi anak-anak tetap bersemangat hihihi. Mahira bangun lebih cepat dari biasanya jadi rencana ummi ke pasar habis subuh jadi agak mundur. Pas ke pasar udah deg-degan takut tidak kebagian ati sapi lagi kaya kemarinnya. Alhamdulillah masih kebagian pas sampe di pasar yang masih kelihatan cukup ramai. Nah mungkin karena itu jadi dede tidur siang lebih pagi kemarin jadi ummi masih bisa membacakan buku. 

Sementara Fikriy bangun lebih siang hampir bersamaan ketika ummi pulang dari pasar. Dan seharian kemarin hampir tidak tidur siang kecuali menjelang Ashar. Jadi ummi membaca buku bersama Fikriy baru bisa malam sebelum tidur. Siangnya ummi mah ngga laku soalnya Fikriy sibuk bermain bersama uci dan kakek  :) Sorenya saat ummi mulai masak untuk berbuka puasa, mereka berdua sibuk mengamati belalang yang ditangkap uci di halaman depan. Sambil jejeritan karena geli, mereka sibuk berusaha memegang belalang.

Di hari ke sembilan proyek literasi keluarga kami, dede dan Fikriy ummi pilihkan buku yang ada di kursi samping kasur. Dede membaca Go Baby, My Day Bedtime dari penerbit Orchard Books.

Buku ini cukup simple dan board book yang disertai dengan kaca di halaman terakhir. Ada beberapa seri selain bed time dengan kisah pendek dalam ilustrasi berwarna. Di buku ini ummi bacakan beberapa kosa kata baru dan cerita singkat menjelang tidur. Kebetulan dede dulu dikasih boneka Teddy Bear seperti boneka di dalam buku ini, jadi lebih nyambung saat kami membaca. 

Kalau Fikriy ummi ambilkan buku yang berjudul Jagalah Allah, Allah Akan Menjagamu karya Muhamad Yasir, Lc dari penerbit Al Kautsar Kids. 
Secara acak ummi pilih Bab Kisah Arab Badui dari dusun yang bercerita tentang seorang Arab Badui yang mendatangi Nabi Muhammad dan meminta beliau berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menurunkan hujan ketika musim kemarau. Dan ketika diturunkan hujan hingga banjir di parit-parit kota Madinah, si Arab Badui tersebut mendatangi kembali Rasulullah agar meminta hujan dihentikan. Ibrohnya adalah Allah Maha Kuasa menurunkan hujan sesuai dengan kehendakNya dan doa ketika hujan turun. Ummi dulu dapat rekomendasi buku ini dari group sesama penjual buku dan alhamdulillah waktu pameran Islamic Book Fair 2017 dapat rejeki buku ini. Penerbit Al Kautsar Kids ini in shaa Allah recommended kalau ada yang mencari referensi buku-buku anak islami ya.

Ketika dibacakan kisah ini, karena isinya dominan teks dan sangat minim ilustrasi, maka ummi udah siap-siap kalau ditanya Fikriy. Beberapa pertanyaan yang kemarin muncul adalah kenapa hujan turun, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan hujan, bagaimana surga itu (nyambung ketika Fikriy bertanya dimana Arsy tempat Allah berada), dan sebagainya.

Besok in shaa Allah kita masih akan berpuasa satu hari lagi dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala terima amal ibadah puasa kita dan perjumpakan kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan ya :)

Depok, 23 Juni 2017 

6/21/17

_Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca_* *Pendekatan Permainan dalam Mengajar Membaca*

🍦 *CEMILAN RABU* 🍦

*_Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca_*

*Pendekatan Permainan dalam Mengajar Membaca*

🌟Pada hakikatnya membaca adalah proses memahami dan merekonstruksi makna yang terkandung dalam bahan bacaan. 

🌟Kemampuan membaca yang diperoleh seseorang pada tahap membaca permulaan, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut kelak.

🌟Karenanya, para ahli merancang berbagai metode permainan untuk mengembangkan kemampuan membaca anak usia dini dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.

*Berikut adalah beberapa metode permainan membaca yang dimaksud:*

1⃣*Metode sintesis*
Metode ini berdasarkan pada teori asosiasi. Metode ini menekankan pemahaman bahwa suatu unsur (dalam hal ini: unsur huruf) akan bermakna apabila unsur tersebut bertalian atau dihubungkan dengan unsur lain (huruf lain) sehingga membentuk suatu arti.

Unsur huruf tidak akan memiliki makna apa-apa kalau tidak bergabung (bersintesis) dengan unsur (huruf) lain, sehingga membentuk suatu kata, kalimat atau cerita yang bermakna. Karenanya, dalam permainan ini, membaca dimulai dari unsur huruf.

Permainan membaca ini dilakukan dengan menggunakan bantuan gambar pada setiap kali memperkenalkan huruf, misalnya huruf a disertai gambar ayam, angsa, anggur, apel.

2⃣*Permainan membaca metode global*
Metode ini dibuat berdasarkan teori ilmu jiwa keseluruhan (gestalt).

Dalam metode ini, anak pertama kali memaknai segala sesuatu secara keseluruhan. Keseluruhan memiliki makna yang lebih dibandingkan dengan unsur-unsurnya. Kedudukan setiap unsur, hanya berarti jika memiliki kedudukan fungsional dalam suatu keseluruhan.

Contohnya: unsur “a” hanya bermakna, jika “a” ini fungsional dalam kata atau kalimat, misalnya “ayam berlari.”

Maka, metode global memperkenalkan membaca permulaan pada anak yang dimulai dengan memperkenalkan “kalimat.”

Kalimat dalam permainan membaca permulaan ini dipilih dari kalimat perintah agar anak melakukan hal-hal yang ada dalam perintah tersebut, seperti “ambil apel itu”. Permainan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kalimat, kata, pecahan suku kata, dan huruf. Kegiatan permainan ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan papan flanel dan karton yang dapat ditempel.

3⃣ *Permainan membaca metode _whole-linguistic_*
Dalam pendekatan ”whole-linguistic” permainan membaca tidak dilakukan dengan menggunakan pola kata atau kalimat yang berstruktur melainkan dengan menggunakan kemampuan linguistik (bahasa) anak secara keseluruhan.

Kemampuan linguistik secara keseluruhan akan melibatkan kemampuan anak dalam melihat (mengamati), mendengar (menyimak dan memahami), meng- komunikasikan (mengungkapkan atau memberi tanggapan), membaca gambar dan tulisan yang menyertainya. Dalam menggunakan pendekatan ini, lingkungan dan pengalaman anak menjadi sumber permainan yang utama.

Pendekatan ini juga tidak hanya menfokuskan pada pengembangan bahasa saja tetapi juga intelektual dan motorik anak.

Contoh: pada tema ”tanaman” dengan subtema buah-buahan, orang tua mengenalkan buah apel. Ortu bertanya pada anak tentang pengetahuan buah apel dari segi warna dan bentuk, rasa, jumlah buah apel. Pengenalan membaca permulaan dalam pendekatan _”whole-linguistic”_ ini dilakukan secara terpadu tanpa mengenal struktur pada anak, misalnya setelah anak menggambar atau mewarnai sesuatu, misalnya rumah atau binatang, ortu meminta anak memberi nama dari gambar tersebut dan ortu membantu menuliskan nama dari gambar yang diinginkan anak. Dan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, anak masih diminta untuk menceritakan tentang isi gambar yang telah dibuatnya itu.

*Sumber:*
http://windaulfah-pgsd11.blogspot.co.id/2013/12/metode-membaca-permulaan-di-sekolah.html?m=1

http://www.membumikanpendidikan.com/2015/02/pendekatan-permainan-membaca-dan.html?m=1

http://susipebrianti1300682.blogspot.co.id/2015/12/rancangan-permainan-membaca-dan-menulis_99.html?m=1

*Salam Ibu Profesional*
//Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang//
⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

T10H Level 5 Day 8

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Tidak terasa kuliah Bunda Sayang di level 5 kali ini tinggal sebentar lagi, dan di kelas sudah diumumkan libur kuliah hingga bulan depan. Yang akan mudik tahun ini pasti lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan bekal, kebayang serunya soalnya ummi dan keluarga biasanya juga mudik di hari-hari terakhir Ramadhan. Namun tahun ini alhamdulillah orang tua ummi berkenan datang dari Jogjakarta jadi in shaa Allah kami sekeluarga akan berkumpul di kota Jakarta yang mudah-mudahan sepi jalannya :)

Kemarin Fikriy dan dede masih semangat dalam proyek Pohon Literasi keluarga, pagi sampai sore harinya diisi dengan bermain dengan kakek dan uci sementara ummi ke pasar, servis kompor yang udah deg-degan kalau rusak dan ternyata alhamdulillah cuma mampet aja dan bisa hidup lagi setelah disikat hihi. Fikriy bahkan ketiduran di sofa ruang keluarga saking kecapean bermain stasiun kereta api dan mobil bersama kakek sementara dede tidur hingga menjelang azan Ashar.
Nah, kemarin untuk proyek pohon literasi keluarga, ummi membacakan Fikriy dan dede dua buku. Sementara ummi dan ayah tadarus Al-Quran.

Fikriy kemarin masih dalam mood membaca buku AAD (Aku dan Duniaku) karya kak Eka Wardhana dari penerbit Rumah Pensil Publisher. 

Oiya, kak Eka ini menulis begitu banyak buku anak islami lho, misalnya Rasulullah Tersayang, Muhammad Teladanku dan sebagainya. Kemarin Fikriy memilih Bab Aku dan Pakaianku. Ummi mau cerita sedikit tentang bagian Pakaian ke Mesjid. Alhamdulillah Fikriy sekarang sudah lebih kooperatif ketika diminta berganti pakaian baju koko sebelum berangkat ke mesjid. Sebelumnya jangan ditanya, kadang pakai baju kaos apa aja yang sedang dipakai, walaupun bersih tapi rasanya kurang afdhol kalau tidak menggunakan baju yang bagus. Sunnahnya juga memakai pakaian yang bersih dan wangi bagi laki-laki yang ke mesjid kan ya :). Nah, di bab Aku dan Pakaianku ini, ada gambar kalau laki-laki memakai baju koko dan perempuan menggunakan hijab yang panjang. Ummi jelaskan kalau Rasulullah bilang sebaiknya menggunakan pakaian yang rapi dan bersih ketika akan ke mesjid. Terus ummi masukkan pesan kepada Fikriy kalau Allah Subhanahu wa Ta'ala akan suka melihat Fikriy pakai baju yang bagus setiap diajak kakek dan ayah ke mesjid. Tak lupa dengan pecinya.
Jadi kemarin waktu diajak kakek shalat Zuhur dan Maghrib ke mesjid, tanpa dikomando Fikriy udah minta sendiri baju kokonya. Begitu juga ketika kami berangkat shalat tarawih. Alhamdulillah, semangat terus ya, Mas !

Dede Mahira kemarin seperti biasa dengan energi yang berlebihnya, diajak kakek dan uci keluar melihat aneka hewan peliharaan di dekat rumah. Kemudian bermain apa saja yang ada di rumah sampai kelelahan dan menjelang azan Zuhur akhirnya jatuh tertidur. Dibacakan buku juga sudah tidak kuat hihihi. Akhirnya menjelang tidur malam, ummi bacakan salah satu seri dari buku Halo Balita karya Tim Ilustrator Pelangi Mizan yang berjudul Aku Suka Berterima Kasih. 

Dede in shaa Allah akan berusia dua tahun bulan depan dan ummi teringat pesan ustad dan ustadzah di kelas, bahwa betapa pentingnya mengajarkan anak tentang adab dan akhlak mulia sejak dini. Buku ini menurut ummi menjadi penunjang untuk orang tua dalam mengajarkan anak-anak mengapa penting beradab kepada sesama makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala. Oiya bukunya ini sudah berusia hampir 4 tahun dan dulu diberikan bunda (bibi) -nya Fikriy dan terpakai terus hingga dede sekarang. Bukunya board book jadi alhamdulillah masih awet :)

Ummi dan ayah masih berusaha tadarus dan tadabur Al Quran di penhujung Ramadhan. Doain ya semoga ummi dan ayah istiqomah. 


Depok, 22 Juni 2017

6/20/17

T10H Level 5 Day 7

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Kemarin Fikriy dan dede diajak Uci dan Kakek ke lapangan di dekat rumah sambil olah raga dan melihat beberapa hewan peliharaan di kandang. Setelah bangun tidur, belum cuci muka padahal, mereka langsung semangat begitu uci selesai menjahit pesanan jilbab. Masing-masing mengambil alas kaki dan Fikriy entah kenapa malah mengambil peci sebelum pamit keluar. Lucu banget melihat betapa semangatnya mereka :) Sepulangnya dari luar, mandi dan sarapan, mereka langsung bermain lagi. Ummi sambil menunggu tukang sayur langganan yang hingga pukul 11 pagi tidak muncul juga, sementara dede dan Fikriy bermain dengan kakek. Akhirnya setelah cape bermain, barulah dede bisa tidur siang dan Fikriy juga tak lama menyusul ke kamar setelah sibuk bermain di kamar uci.
Kami habiskan waktu dengan lebih banyak bermain aktivitas fisik ke luar rumah, dan setelah bangun tidur siang, mereka diajak lagi ke luar bersama kakek dan setelah bersih selepas mandi, makan sore baru ummi bisa bersiap menyiapkan berbuka puasa untuk keluarga.

Malam harinya, ummi ikut bersama Ayah dan Fikriy ke mesjid di dekat rumah. Alhamdulillah ada uci dan kakek, jadi dede bisa dititipkan sebentar ketika ditinggalkan untuk shalat tarawih. Selesai shalat tarawih, Fikriy kelihatan cape dan mengantuk sambil menyeret langkah kakinya, tapi buat ummi ekspresi kelelahan Fikriy membuat Fikriy terlihat makin comel hihihi. Karena terlihat lelah, ummi pikir bakalan langsung tidur tapi ternyata sesampainya di rumah malah makin segar lagi apalagi setelah bertemu dede. Akhirnya, hanya dede yang berhasil ummi ajak membaca buku sebelum tidur sementara Fikriy masih menghabiskan sisa energinya dengan berlari dan keliling rumah. Salah ummi juga sih, soalnya mereka ikut minum es teler yang sangat manis sebelum tidur. Jadilah mereka seperti diisi bensin penuh :)

Dede semalam mengambil buku yang berjudul The Missing Dinosaur Eggs / Telur-telur Dinasaurus yang Hilang kerya Arleen A dari penerbit BIP Kelompok Gramedia. 

Buku ini dua bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dan sebenarnya untuk usia di atas 3 tahun. Tapi sambil menambah kosa kata baru untuk dede, ummi ceritakan juga tentang kisah telur-telur dinasaurus yang ternyata dicuri oleh tokoh antagonis dalam kisah ini serta petualangan Trey dan Trop untuk menemukan telur-telur yang hilang tersebut. Dede lebih tertarik dengan telur yang diilustrasikan dengan aneka warna dan motif (seperti dekorasi telur paskah) sementara untuk alur cerita yang sedikit panjang tampaknya dede hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Hihihi.

Buku kedua yang dibaca adalah Are You My Mother karya P.D. Eastman dari penerbit Random House tentang kisah seekor anak burung yang baru menetas dari telur dan kebingungan karena induknya tidak ada di sarang yang kemudian mencari-cari ibunya sampai akhirnya ketemu. 

Kisahnya cukup singkat tapi dede dan Fikriy suka sekali membaca kisah perjuangan anak burung mencari induknya. Dede bisa mengenali beberapa jenis hewan yang disangka anak burung itu sebagai induknya, seperti anak kucing, ayam, anjing dan sapi. 

Ummi sendiri kemarin sempat membaca dua halaman Tafsir Ibnu Katsir lanjutan Surat Al Ankabuut tapi tidak lama kemudian dede bangun dari tidur siangnya. Jadi kemarin ummi dan ayah masih melanjutkan kembali tadarus Al Quran di penghujung bulan Ramadhan ini. Tetap semangat yaa beribadah di hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan :) !


Depok,
21 Juni 2017

6/19/17

T10H Level 5 Day 6

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Di minggu terakhir Ramadhan tahun ini, rasanya sedih sekali kalau mengingat banyaknya yang belum dikerjakan, masih banyak yang bisa dioptimalkan dalam beribadah tapi tiba-tiba sudah dipertemukan dengan penghujung bulan suci ini :'(. Faghfirlii Ya Rabb, pertemukanlah kami semua kembali dengan RamadhanMu tahun depan nanti dan terimalah amal yang tidak seberapa ini.
Bulan Ramadhan ini alhamdulillah banyak kemudahan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kami sekeluarga, misalnya Fikriy yang sudah lebih siap dan bersemangat diajak ke mesjid untuk shalat fardhu berjamaah dan shalat tarawih dengan ayahnya, beberapa kali jika tidak terlalu malam tidurnya, Fikriy akan ikut menemani sahur keluarga, terlaksananya membawa Fikriy ke ifthar jama'i di salah satu rumah kerabat dalam rangka memperkenalkan Fikriy tentang besarnya pahala memberikan buka puasa kepada muslim lainnya yang sedang berpuasa, membaca iqro' yang lebih semangat, dan masih banyak berkah yang dikaruniai Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kami sekeluarga.
Bulan ini juga kegiatan kuliah ummi di Kelas Bunda Sayang memasuki level 5 dengan tantangan menstimulasi minat baca anak dengan aplikasi yang lebih luas tentang arti konsep "Iqro'" sebagaimana perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sehingga dalam aplikasinya, ummi berusaha mengelaborasi tentang  apa saja yang menarik minat dan rasa ingin tahu (terutama) Fikriy dan dede.
Di hari ke 6 ini, alhamdulillah bisa menulis lagi setelah weekend kemarin kegiatan kami cukup padat dengan ifthar jama'i, Fikriy dan dede membaca beberapa buku yang selain ditemani ummi, juga ditemani uci (nenek) kalau ummi masih sibuk di rumah. Nah pada hari ke 6 ini, ummi ambil beberapa buku saja ya, yang teringat sudah dibaca :).

Fikriy
Seharian kemarin Fikriy luar biasa aktif secara fisik, bangun paginya lebih siang dari hari biasa karena semalamnya baru tidur jam setengah 1 dini hari karena kami ada acara ifthar jama'i di luar. Nah siangnya Fikriy masih lebih banyak bermain mobil-mobilan bersama uci hingga menjelang ashar. Biasanya menjelang atau sesudah adzan Ashar, ummi akan mengajak Fikriy ke kamar tidur dan sekaligus menemaninya membaca namun kemarin tidak tampak sedikitpun tanda kantuk. Hingga akhirnya Fikriy jatuh tertidur ketika shalat tarawih rakaat kedua di mesjid :). Malam menjelang jatuh tertidur barulah ummi bisa menemani Fikriy membaca dan buku yang dipilih adalah Aku dan Duniaku (ADD) karya Kak Eka Wardhana dari penerbit Rumah Pensil Publisher di bab Bangsa-Bangsa Lain.

Ternyata cukup menarik minat Fikriy ketika dijelaskan tentang aneka ragam suku bangsa seperti China, Amerika Selatan, Amerika, Aborigin, Jepang dsb. 

Fikriy : "Kenapa kulitnya berbeda-beda, ummi?"
Ummi : "Iya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan manusia dengan semua perbedaannya, misalnya kulit ummi yang agak kecoklatan, tapi maklung (kakaknya ummi) kulitnya putih"

Ummi jelaskan sedikit tentang kuasa Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai Maha Pencipta, dan agak challenging ketika Fikriy sampai ke pertanyaan selanjutnya.

Fikriy : "Ummi, gimana mas dulu lahirnya keluar dari perut ummi?"
Ummi : "Allah Subhanahu wa Ta'ala yang keluarkan Fikriy dari perut ummi, Mas. Jadi mas bisa sampai sekarang ini, jadi lebih besar"
Fikriy : "Gimana caranya, ummi, keluarinnya?"
Ummi : "Bisa, Mas. Karena Allah bisa menciptakan dan menjadikan sesuatu. Perut ummi yang tadinya besar karena ada Mas, akhirnya kecil lagi sekarang kan."

Inilah sepenggal cuplikan dialog pertanyaan dan jawaban kalau Fikriy mulai bertanya detail. Dan alhamdulillah ummi punya buku referensi tentang konsep penciptaan manusia dalam Islam, jadi lumayan bisa membantu menjawab hihihi.

Oiya, selain membaca buku ADD, Fikriy kemarin ditemani uci murojaah iqro'nya. Cuman ummi mendengar dari luar kamar uci ketika itu, jadi ngga bisa menulis detail murojaahnya. Hanya saja alhamdulillah karena ada uci, Fikriy juga lebih terpacu ketika diminta uci murojaah sedikit iqro'nya. Doain Fikriy ya bisa lulus alif sampai ya :)


Dede
Dede semalam juga luar biasa aktifnya. Yang paling fenomenal adalah dede nendang piring berisi mie godog yang dipegang ayah hahaha, antara mau ketawa dan kasian melihat ayah yang gemes karena mie-nya tumpah. Dede sebenarnya membaca beberapa buku, menulis atau lebih tepatnya mencoret-coret dengan alat tulis. Aktivitasnya lebih banyak di motorik kasar. Nah menjelang tidur malam dede minta dibacain bab Buah-Buahan di buku ADD yang tergeletak di kasur. 

Di buku ADD ini karena gambarnya adalah ilustrasi jadi beberapa buah-buahan yang pernah dimakan, dede bisa menebak dengan lebih cepat. Hanya karena buku ini juga memberikan penjelasan singkat pada setiap gambar, jadi sekalian ummi jelaskan tentang manfaat buah-buahan ini.


Ummi & Ayah
Di hari-hari terakhir Ramadhan ini, ummi dan ayah berusaha lebih disiplin dan memacu lagi semangat membaca Al-Quran. Mudah-mudahan kita semua sebagai umat muslim diberikan semangat untuk mengejar salah satu pahala dari membaca kalamullah ini ya. Tetap semangat dalam mencari pahala di bulan suci ini !


Depok, 20 Juni 2017

6/15/17

T10H Level 5 Day 5

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Alhamdulillah kemarin Kakek dan Uci sampai di Jakarta dari Jogjakarta, yang awalnya dijadualkan jam 1 siang akhirnya sampai di rumah menjelang berbuka puasa karena pesawatnya delayed. Fikriy dan dede yang sudah diberitahukan bahwa kakek dan uci akan datang dari beberapa hari sebelumnya menjadi sangat excited setelah setengah tahun tidak berjumpa. Pagi harinya kami menghabiskan waktu dengan bermain bersama, membereskan kembali kamar untuk Kakek dan Uci (yang sebenarnya sudah dibereskan sebelumnya sama ummi), dan sekitar menjelang Zuhur kedatangan tamu teman ummi dan anak-anaknya yang sebaya dengan Fikriy dan dede yang datang membawakan kue dari Surabaya (enak banget ternyata hihihi, ummi nyobain karena lagi tidak puasa). Tak lama kemudian, anak-anak pun tidur siang hingga setelah adzan Ashar.
Nah, kemarin kami membaca beberapa buku dari perpustakaan dan karena anak-anak kecapean, baru beberapa lembar saja yang dibaca akhirnya mereka pun tertidur :)     


Fikriy
Ini adalah buku seri dari penerbit fivemile karya Trace Moroney The Things I Love About Playtime dan The Things I Love About Grandparents, yang mengajarkan tentang hal-hal yang disukai tentang bermain. 


Kemarin ummi minta tolong Fikriy yang membacakan isi bukunya dan ummi yang mendengarkan. Nah di bagian tentang Playtime, Fikriy bercerita kalau tokoh utamanya bahagia ketika bermain karena memanjat pohon, main play dough itu menyenangkan. Di bagian ini, ummi sisipi pesan sedikit bahwa kalau bermain harus senang dan tidak boleh marah-marah. Sementara di buku tentang Grandparents, Fikriy bertanya tentang kakek dan nenek yang jumlahnya ada 4, yaitu kakek nenek dari sisi ibu dan ayahnya. Ternyata lucu juga ya menjelaskan silsilah keluarga ke balita, cobain deh :)   

Mahira
Dede mengambil buku yang ada di kamar tidur yaitu Princess Noura Gemar Menolong dari penerbit DAR!Mizan tentang kisah Putri Noura yang memiliki sifat penyayang dan gemar menolong kepada siapapun.

Sebenarnya buku ini sudah dibaca oleh dede sebelumnya, nah ummi jadinya cukup kebal kalau diminta membacakan buku yang sama berulang-ulang :)

Ummi
Setelah surat Luqman, ummi masuk ke Tafsir Al Ankabuut (ayat 1 - 27) yang sempat dijelaskan oleh Ust. Herfi mengenai rumah yang seperti rumah laba-laba. Oiya Al Ankabuut artinya laba-laba dalam bahasa Arab. Dalam tafsir ini dijelaskan tentang konsep ujian keimanan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala akan timpakan kepada hambaNya. Semakin shalih seseorang itu, maka akan semakin berat pula ujian yang ditimpakan ke atasnya. Faghfirli ya Allah, ampuni kami dan seluruh dosa-dosa kami yang selalu mengeluh ketika mendapatkan ujian yang tidak ada bandingannya dengan ujian orang-orang shalih sebelum kami. 

Ayah
Ayah in shaa Allah masih istiqomah dengan tadarus alhamdulillah, walaupun rasanya ummi sedikit cemburu karena belum bisa menyusul juz-nya ayah.


Depok,
16 Juni 2017 

6/14/17

Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca :Tahap Perkembangan Anak Suka Menulis

🍦Cemilan Rabu🍦

*Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca*

*Tahap Perkembangan Anak Suka Menulis*

✍ Menulis merupakan ekspresi/ungkapan dari bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan/coretan.
Kegiatan awal menulis dimulai ketika anak pura-pura menulis di atas kertas, pasir atau media lainnya dalam bentuk coretan-coretan sampai anak mampu menirukan bentuk tulisan yang sesungguhnya.
Beberapa tahap perkembangan menulis anak dapat digambarkan sebagai berikut:

⭐ *Tahap Mencoret atau Membuat Goresan (Scrible Stage)*
Pada tahap ini, anak mulai membuat tanda-tanda dengan menggunakan alat tulisnya. Mereka mulai belajar tentang bahasa tertulis dan bagaimana mengerjakan tulisan tersebut. Anak membuat coretan-coretan acak (tidak teratur), coretan- coretan seringkali digabungkan seolah-olah coretan itu tidak pernah lepas dari kertas.

💡Orang tua dan guru pada tahap mencoret seharusnya menyediakan jenis-jenis bahan untuk menulis seperti pensil, spidol, buku, kertas, dan krayon.

⭐ *Tahap Pengulangan secara Linear (Linear Repetitive Stage)*
Tahap selanjutnya dalam perkembangan menulis adalah tahap pengulangan secara linear. Pada tahap ini, anak menelusuri bentuk tulisan yang mendatar (horizontal) ataupun garis tegak lurus. Dalam tahap ini, anak berpikir bahwa suatu kata merujuk pada sesuatu yang besar mempunyai tali yang panjang dari pada kata yang merujuk pada sesuatu hal yang kecil

⭐ *Random/Acak (Random Letter Stage)*
Pada tahap ini, anak belajar tentang berbagai bentuk yang dapat diterima sebagai suatu tulisan dan menggunakan itu semua agar dapat mengulang berbagai kata dan kalimat. Anak-anak menghasilkan garis yang berisi pesan yang tidak mempunyai keterkaitan pada suatu bunyi dari berbagai kata.

⭐ *Tahap Berlatih Huruf (Menyebutkan Huruf - Huruf)*
Kebanyakan anak-anak, biasanya sangat tertarik huruf-huruf yang membentuk nama mereka sendiri.

⭐ *Tahap Menulis Tulisan Nama (Letter-Name Writting or Phonetic Writing)*
Pada tahap ini, anak mulai menyusun hubungan antara tulisan dan bunyi. Permulaan tahap ini sering digambarkan sebagai menulis tulisan nama karena anak-anak menulis tulisan nama dan bunyi secara bersamaan. Misalnya mereka menulis ”kamu” dengan tulisan ”u”. Anak senang menuliskan nama pendek panggilan mereka sendiri melalui contoh yang mereka lihat dengan huruf-huruf besar atau kecil.

Mereka mulai menghadirkan berbagai kata dengan suatu bentuk grafik yang secara refleks menunjukkan tentang apa yang didengar.

Semakin berkembangnya penguasaan kosa kata anak serta kemampuannya dalam berkomunikasi dengan orang lain, akan memiliki dampak terhadap perkembangan fungsi kognitifnya. Kemampuan mengkomunikasikan sesuatu seperti nama benda, orang atau binatang dengan menggunakan kosa kata yang banyak dan teratur akan mencerminkan kemampuan berpikir anak tentang hal tersebut.

⭐ *Tahap Menyalin Kata-kata yang Ada di Lingkungan*
Anak-anak menyukai menyalin kata-kata yang terdapat pada poster di dinding atau dari kantong kata sendiri.

⭐ *Tahap Menemukan Ejaan*
Anak telah menggunakan konsonan awal (misal L untuk Love). Konsonan awal, tengah dan akhir untuk mewakili huruf misal DNS pada kata dinosaurus.

⭐ *Tahap Ejaan Sesuai Ucapan*
Anak mulai dapat mengeja suatu tulisan berupa kata- kata yang dikenalnya sesuai dengan ucapan yang didengarnya.

Sumber:

http://paudjateng.xahzgs.com/2015/09/5-tahapan-perkembangan-menulis-anak.html?m=1

http://www.membumikanpendidikan.com/2015/02/tahapan-perkembangan-kemampuan-menulis.html?m=1

Salam Ibu Profesional
/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/
⌛⏳⏳⌛⌛⌛⌛⌛⏳⌛

T10H Level 5 Day 4

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Tidak terasa ya kita sudah memasuki hari ke 10 terakhir di bulan Ramadhan, rasanya sedih karena masih banyak ibadah dan amalan lain yang belum bisa dikerjakan dengan maksimal dan Ramadhan akan beranjak pergi dengan pelan dan sepi meninggalkan kita. In Shaa Allah, mari kuatkan semangat dan tekad untuk mengisi sepuluh hari terakhir dengan amalan terbaik kita yaa.
Kemarin anak-anak lebih banyak beraktivitas fisik karena lagi senang-senangnya bermain petak umpet sampai lewat waktu Zuhur ummi masih diajak lari dan ikutan sembunyi hihi. Jadilah kami menghabiskan waktu bermain petak umpet dulu dan kemudian anak-anak makan siang dan akhirnya tidur siang hingga ashar. 
Oiya, Fikriy selain sekarang lagi suka teriak yang kencang (zzz zzz zzz...), juga senang berkekspresi salah satunya meniru gaya ummi membacakan buku. Ternyata lucu juga melihat gaya anak-anak yang membacakan cerita kepada adiknya, kalimat yang dibacakan hampir sama dengan apa yang orang dewasa ucapkan. Jadi deh kemarin Ummi minta tolong Fikriy membacakan halaman pertama buku untuk Mahira.
Sementara itu Fikriy dengan segudang pertanyaannya yang mudah-mudahan Ummi diberikan ilmu serta kesabaran dalam menjawabnya, mengisi hari-hari kami di luar tangisan ketika mereka berdua berebut sesuatu ya, hihi. Kalau sudah menangis salah satunya, baru deh ummi turun tangan memisahkan keduanya.
Mau tau kemarin kami mengambil buku-buku apa saja dari perpustakaan mini di rumah? Yuk, lihat di bawah yaa

Fikriy
Amazing Cars dari penerbit Arcturus Holdings Limited: 

ini sebenarnya buku lama yang dibeli di BBW pertama sekitar 2 tahun lalu, alhamdulillah masih awet bukunya cuman cut out miniatur mobilnya sudah rusak duluan hihi. Isinya ada 5 jenis model mobil dan fakta-fakta pembuatannya, cerita komik singkat dan foto-foto aneka mobil tersebut. Di bagian mobil balap, Fikriy mengelaborasi sedikit tentang bahayanya mobil jika dipacu dengan kecepatan tinggi. Sambil ummi jelaskan bahwa mobil balap itu adanya di sirkuit balapan jadi tidak di jalan raya. Sambil ummi sisipkan pertanyaan, Fikriy paling suka jenis mobil yang mana di antara semuanya dan coba hitung berapa jumlah ban mobil limousine yang ada di buku. Nah, jumlah ban mobil yang bisa dihitung Fikriy adalah di bagian yang tampak saja, sementara yang di baliknya tidak kelihatan. Jadi sekalian ummi kasih tau kalau jumlah ban mobil itu sama antara kanan dan kiri agar bisa bergerak.

The Ultimate Guide to Animals : ini adalah buku bergambar yang menakjubkan tentang dunia hewan disertai dengan keterangan rinci mengenai kehidupan hewan tersebut dalam bahasa Inggris. Terkadang ummi juga tidak bisa menerjemahkan dengan sempurna karena begitu banyak istilah biologi yang ummi tidak paham hihi, nah jika sudah demikian biasanya kami lebih banyak berdiskusi tentang bagian-bagian yang tampak dari fotonya saja. Buku ini juga kami beli di BBW 2 tahun lalu dan alhamdulillah walau bukan hardbook tapi belum ada yang sobek oleh anak-anak, soalnya ummi jagain bener bukunya hihi. Di buku ini juga ummi sisipkan tentang batapa Allah Subhanahu wa Ta'ala begitu Maha Sempurna dengan seluruh makhluk ciptaanNya.

Chugg The Train dari penerbit Autumn Publishing: 

buku boardbook ini sebenarnya berjumlah 6 judul buku, hanya ada 8 halaman terdiri dari 1 halaman teks dan 1 halaman ilustrasi, dan ukurannya cukup mudah digenggam oleh balita. Buku yang cukup menarik dan cepat selesai karena jumlah halamannya sedikit hihi. Ini termasuk yang sering diminta Fikriy baca karena ilustrasinya yang menarik.

Mahira
Old McDonald Had A Farm oleh penerbit igloobooks : 

dede kemarin mengambil beberapa buku tapi kemarin buku bersuara (jika ada baterai) ini diambilnya ketika malam kami berdua di rumah sementara Ayah dan Fikriy ke mesjid. Dulunya buku ini mengeluarkan suara tapi karena terlalu sering dipencet akhirnya baterainya habis deh :) dan ummi belum mengganti dengan baterai baru lagi sejak itu. Dede sedang di fase pengenalan berbagai jenis benda, warna dan suara dari peternakan McDonald.

Ummi
Ummi sendiri melanjutkan tafsir Ibnu Katsir surat Luqman kemarin yang masih sisa 2 ayat lagi (Luqman 33 - 34) dan Kisah Sahabiyah yang kemarin tentang Ummu Salamah, Ummu Sulaim dan beberapa shahabiyah lainnya. 

Mashaallah, membaca kisah para shahabiyah yang memeluk agama Islam pada zaman Rasulullah ini berisi penuh tantangan baik secara fisik dan bathin. Kalau membayangkan, rasanya tidak mungkin bisa menyamai sedikitpun amalan para wanita penghuni syurga ini. Tapi dengan membaca kisah-kisah mereka ini pula, menjadi pemacu semangat ummi khususnya untuk terus memperbaiki kualitas diri untuk tidak gampang kendor semangatnya.

Ayah
Bagaimana dengan Ayah? Selain mengikuti kajian di kantor, Ayah juga berkonsentrasi dengan tilawahnya. Jadi pohon literasi keluarga dari Ayah adalah tilawah dan tadabbur terjemahannya yaa :)

6/9/17

Tantangan Level 5

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*Tantangan Level 5*

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

🌴 *Jadilah teladan*
✅ Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga
✅ Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca
✅ Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya

👨‍👩‍👧‍👦 *Bagi yang sudah memiliki anak*
📖 Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👫 *Bagi anda yang belum memiliki anak*
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
💭 Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👰🏻 *Bagi anda yang belum menikah*
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.

❕Gunakan hashtag
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

⏳ Periode Tantangan:
8-24 Juni 2017

Kirimkan tugas anda melalui link berikut:

http://bit.ly/BunSayLevel5Dpk

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Cemilan Rabu 🍯 Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

🍯 *Cemilan Rabu* 🍯
*Materi #5:* *Menstimulasi Anak Suka Membaca*

*Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

📚Membaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.

📚Membaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya.

📜Berikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.

*Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

*📖1. Tahap fantasi (Magical Stage)*
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

📖 *2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)*

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan

📖 *3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)*

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad

📖 *4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)*

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan

📖 *5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)*

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:

https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/

https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5 MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

*Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5*

_MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA_

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹

Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?
Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

🍒 *KETRAMPILAN BERBAHASA*
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

🍒 Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)
d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.*
Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.
Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.
Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (
MENULIS KARYA)
Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _"Most Littered Nation In the World"_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.
Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll.

Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*

Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

🌼🌸🌼🌸🌼🌸

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.

🍒 *TAHAP MENDENGARKAN*

a.*Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b.Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c.*Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d.*Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e.*Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

🍒*TAHAP BERBICARA*

a.Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*

b.*Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c.Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d.*Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

🍒*TAHAP MEMBACA*

a.*Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b.*Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi.

c.Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d.Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e.Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku

f.Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g.Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h.Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i.*Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).

j.Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.

k.*Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku.
Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l.*Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m.Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n.*Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o.*Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:
📌Masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding.
📌Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.
📌kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut.

Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

🍒*TAHAP MENULIS*

a.*Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b.Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis  apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c.*Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d.*Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e.*Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

📚Sumber  Bacaan :

_Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014_

_Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017_

_Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012_

http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx

5/12/17

Aliran Rasa Kenali Gaya Belajar Anak

Bismillahirrahmanirrahim,
Setelah Komunikasi Produktif, Melatih Kemandirian Anak, Proyek Keluarga maka level 4 di Kelas Bunda Sayang kali ini adalah tentang hal yang sangat mendasar, yaitu Mengenal Gaya Belajar Anak. Penting sekali belajar ini bahkan dalam agama Islam, perintah "Iqra" atau bacalah, diturunkan oleh Allah Ta'ala dalam Al Qur'an kepada Nabi Muhammad saw. Maka sebagai ummatnya, perintah ini adalah suatu kewajiban bagi setiap umat muslim untuk menuntut ilmu baik, ilmu agama maupun ilmu duniawi.

Dengan dua anak balita di rumah, maka dalam mengerjakan tugas kali ini, saya dan peserta kelas diberikan bimbingan dan arahan dalam memantau tipe gaya belajar anak, maupun gaya mengajar orang tua sebagai pengajar. Nah, pada saat awal diberikan tugas ini, yang terbayang dalam benak adalah bagaimana caranya mengajarkan anak yang bahkan duduk 2 menit dengan khidmat saja, rasanya masih jauh banget hihi. Apalagi kalau disuruh belajar dengan tenang, apakah mungkin? Ternyata alhamdulillah setelah dijelaskan oleh tim fasilitator, mengenal gaya belajar anak ini dilakukan dalam bentuk observasi dari semua kegiatan yang dikerjakan anak ketika bermain seperti biasa di rumah. Tugas orang tua adalah menemani bermain sambil merekam dengan baik kecenderungan masing-masing anak.

Fikriy sebagai anak sulung, setelah kami amati ternyata cukup besar kecenderungan ke arah gaya belajar audio dan visual. Berdasarkan table Indikator di bawah ini.





Sebagai pengajar, berkali-kali saya pribadi dibuat terkagum-kagum dengan daya tangkap, daya tiru dan daya ingat seorang anak hanya dengan memberikan satu stimulasi sederhana saja. Dan dengan begitu besarnya kapasitas seorang anak untuk belajar rasanya banyak hal yang ingin saya ajarkan kepada anak-anak sebagai bekal mereka nanti. Namun tak jarang pula kadang saat mereka tertidur dan saya memiliki waktu sedikit, sedih juga teringat akan waktu yang terbuang sia-sia ketika saya tidak mengisinya dengan sebaik mungkin. Faghfirli ya Allah... 

4/23/17

Kenali Gaya Belajar Anak Tantangan 10 Hari Day 4

Bismillahirrahmanirrahim,
Minggu ini sedang happening banget sebuah event buku yang cukup besar di Indonesia, namanya Big Bad Wolf. Ada 5 juta buku yang siap dijual oleh penyelenggara di tahun kedua, kebanyakan merupakan buku-buku impor dengan harga yang relatif murah sehingga pengunjung sudah dipastikan akan dimanjakan dengan banyaknya pilihan buku yang harus dipilih sebelum dibawa pulang. Alhamdulillah, ayah minggu kemarin membelikan Fikriy sebuah buku yang cukup lengkap tentang sejarah penerbangan di dunia yang dilengkapi dengan begitu banyak info visual beserta deskripsi aneka jenis pesawat terbang. Dari hari pertama ayah membawa pulang buku tersebut, sudah terlihat betapa buku ini menarik perhatian fikriy. Dan ketika tadi pagi kami bersantai di hari libur panjang, sambil membaca beberapa ilustrasi buku pesawat, terlihat fikriy sangat menyukai dan menikmati nya.

4/20/17

RESUME MATERI dan DISKUSI

RESUME MATERI dan DISKUSI
19 April Pukul 20.00

Camilan Rabu, 19 April 2017

🌺 *Sensory Integration Bekal Melatih pilihan Gaya Belajar Anak Secara Optimal* 🌺

Apakah Bunda sudah mulai mengamati ananda, seperti apakah kecenderungan pilihan cara belajar yang mungkin nampak dominan pada ananda? Apakah Bunda melihat kadang ketika mempelajari satu bidang anak cenderung suka dengan cara mendengar, namun untuk bidang pelajaran yang lain anak kita lebih dapat memahami dengan cara membaca misalnya. Lalu apakah visual, auditory dan kinestetik sebuah karakter? Atau sebetulnya itu adalah sebuah modalitas belajar?

Lalu kemudian jika itu merupakan modalitas belajar, bagaimanakah cara bekerjanya?

Dalam kajian NLP ( _Neuro-Linguistic Programming_) gambar, suara, rasa aroma dan sensasi yang ada dalam pikiran kita disebut sebagai representasi internal atau dalam bahasa psikologi lazim disebut sebagai *persepsi*. Representasi internal inilah yang mempengaruhi state (sikap) dan ujung-ujungnya mempengaruhi perilaku anak. Representasi internal terbentuk melalui sistem representasi. Sistem representasi (biasa disingkat dengan rep system) ini adalah ibarat pintu masuk dari persepsi. Berupa apakah rep system tersebut? Betul, rep system tak lain adalah VAKOG itu sendiri yaitu visual, auditorial, kinestetik, olfaktory (Indra penciuman) dan gustatory (indra pengecapan).

Bagaimanakah rep system bekerja? Rep system bekerja dengan cara menerima informasi dan mengaktifkan memori yang kita miliki untuk kemudian digunakan sebagai referensi dalam menghasilkan perilaku tertentu.

Nah, Rep system inilah yang dinamakan dengan learning modality atau modalitas belajar. Maka dengan rep system yang terstimulasi dengan optimal maka akan menentukan kualitas yang dihasilkan dalam pemrosesan informasi oleh rep system ini. Contohnya, jika kita stimulasi anak secara optimal untuk mempelajari satu buah jeruk, seperti apa jeruk itu?? Maka learning modality nya kita optimalkan penuh secara full sensori.

Informasi-->masuk melalui rep system (VAKOG)= learning modalities

Setiap individu memiliki perpaduan _learning modalities_(gaya belajar) yang beragam. Beberapa mendapati mereka lebih dominan di satu gaya dan tidak menggunakan banyak gaya lain dalam belajar. Bagi sebagian orang caranya saat itu sangat efektif untuk mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Namun pada beberapa orang yang lain mungkin juga akan merubah gaya belajarnya ketika mereka mengalami perbedaan kondisi yang dihadapi atau jenis pelajaran yang diterima. Tidak ada paduan yang tetap, atau gaya belajar yang fix pada setiap orang.

Bisa saja kita mengembangakan gaya belajar yang semula jarang kita pakai, namun pada konteks lain menjadi sangat efektif dipakai.

Kemudian oleh karena sensory VAKOG merupakan pintu masuk informasi, maka VAKOG itu sebaiknya di stimulasi, agar terintegrasi, nah yuk kita pelajari apa sih sebetulnya sensory integrasi ini?

Sebab bisa jadi bekal seorang anak bisa mendapatkan learning style nya  ada proses yang bisa kita awali dari proses stimulasi atas sensory integrasi ini. Menariknya dalam sensory integrasi, ditambahkan dua macam sensori lagi, apa sajakah? Mari kita simak tulisan saudari Riezqa Ratna berikut:

Istilah sensory integration (SI) pertama kali dicetuskan oleh DR. Anna Jean Ayres (1920-1989). Beliau seorang psikolog pendidikan, neuropsychologist dan terapis okupasi. Ayres mengemukakan adanya hubungan antara perilaku seseorang dengan perkembangan fungsi otak.

Teori Sensory Integration menjelaskan bagaimana cara otak menerima dan memproses stimulus atau input sensorik dari lingkungan di sekitar kita dan dari dalam tubuh kita sendiri. Apabila seorang anak dapat memproses input sensorik dengan baik, maka ia akan berperilaku secara adaptif. Akan tetapi bila seorang anak tidak dapat memproses input sensorik dengan baik, maka perilaku yang muncul seperti mereka mengalami kesulitan untuk mengolah input sensorik yang masuk, misalnya bila dipanggil namanya mereka tidak merespon, diajak bicara, tidak menanggapi (Ayres, 1979). Anak akan berespon secara berlebihan pada suatu input yang sebenarnya tidak membahayakan atau anak mengabaikan input yang masuk (perilaku maladaptive). Menurut Bundy, Lane dan Murray (2002), Sensory Integration adalah teori hubungan antara otak dan perilaku. Ayres (1972) mendefinisikan Sensory Integration sebagai:

“The neurological process that organized sensation from one’s own body and from environmental and make it possible to use the body effectively within the environment”. (Proses neurologis individu dalam mengorganisasikan sensasi dari dalam diri dan dari lingkungan sekitar dan dapat digunakan secara efektif dalam lingkungannya).

Setiap detik, menit dan jam tak terhitung berapa banyak informasi sensori yang masuk kedalam tubuh manusia seperti aliran air sungai yang tak hentinya. Tidak hanya dari telinga dan mata, tapi dari seluruh bagian tubuh. Sang anak harus mampu untuk mengatur seluruh sensori tersebut jika seseorang ingin bergerak, belajar dan berperilaku. Sensori tersebut memberikan informasi tentang kondisi fisik tubuh dan lingkungan disekitar.

Adapun ketidakberfungsian integrasi sensoris atau sensory integration dysfunction itu sendiri adalah ketidakmampuan untuk memproses informasi yang diterima melalui indra. Ketidakberfungsian terjadi di dalam sistem saraf pusat yang terdapat dalam kepala yang disebut dengan otak. Ketika masalah teknis terjadi, otak tidak mampu untuk melakukan analisis, pengorganisasian, dan tidak mampu melakukan hubungan atau integrasi pesan-pesan sensoris. Akibat ketidakberfungsian integrasi sensoris, seorang anak tidak dapat melakukan respon atau menanggapi informasi sensoris untuk dijadikan sesuatu yang bermakna secara konsisten. Anak tersebut memperoleh kesulitan dalam menggunakan informasi sensoris untuk dibuat rencana atau diorganisasi dengan apa yang semestinya ia lakukan (konsentrasi belajar terganggu). Jadi, ia tidak belajar secara mudah.

Melalui panca indra yang tersedia, manusia memperoleh informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan yang berada di sekitarnya (Ayres, 1979). Informasi sensorik (Sensory information) tersebut berasal dari:

1. Mata (Visual)

Mata (Visual) disebut juga indera penglihatan. Terletak pada retina. Fungsinya menyampaikan semua informasi visual tentang benda dan manusia.

2. Telinga (Auditory)

Telinga (Auditory) disebut juga indera pendengaran, terletak di telinga bagian dalam. Fungsinya meneruskan informasi suara. Ayres (1972) menyebutkan adanya hubungan antara sistem auditory ini dengan perkembangan bahasa. Apabila sistem auditory mengalami gangguan, maka perkembangan bahasanya juga akan terganggu.

3. Hidung (Olfactory)

Hidung (Olfactory) disebut juga indera pembau, terletak pada selaput lendir hidung, fungsinya meneruskan informasi mengenai bau-bauan (bunga, parfum, bau makanan).

4. Lidah (Gustatory)

Lidah (Gustatory) disebut juga indera perasa, terletak pada lidah, fungsinya meneruskan informasi tentang rasa (manis, asam, pahit,dan lain-lain) dan tektur di mulut (kasar, halus, dan lain-lain).

5. Kulit (Tactile)

Kulit (Tactile) adalah indera peraba. Terletak pada kulit dan sebagian dari selaput lendir. Bayi yang baru lahir, menerima informasi untuk pertama kalinya melalui indera peraba ini. Trott, Laurel dan Windeck (1993), menjelaskan bahwa:

“Processing tactile information effectively allow us to feel save, which in turn allows us to bond with those who love us and to develop socially and emotionally.”

Sistem taktil ini mempunyai dua sifat, yaitu diskriminatif dan protektif. Diskriminatif adalah kemampuan membedakan rasa (kasar, halus, dingin, panas), sedangkan sifat protektif adalah kemampuan untuk menghindar atau menjaga dari input sensorik yang berbahaya. Dari sifat kedua ini, akan menimbulkan respon flight, fright dan fight (Trott, Laurel dan Windeck, 1993).

6. Otot dan persendian (Proprioceptive)

Ayres (1979) menyebutkan bahwa proprioseptif merupakan sensasi yang berasal dari dalam tubuh manusia, yaitu terdapat pada sendi, otot, ligamen dan reseptor yang berhubungan dengan tulang. Ayres (1979) menyebutkan bahwa sistem vestibular dan proprioseptif merupakan dua sistem yang spesial dan Ayres menyebutnya sebagai “The Hidden Sense”. Input proprioseptif ini menyampaikan informasi ke otak tentang kapan dan bagaimana otot berkontraksi (contracting) atau meregang (stretching), serta bagaimana sendi dibengkokkan (bending), diperpanjang (extending), ditaril (beingpull) atau ditekan (compressed). Melalui informasi ini, individu dapat mengetahui dan mengenal bagian tubuhnya dan bagaimana bagian tubuh tersebut bergerak (dalam Ayres, 1972).

7. Keseimbangan / balance (Vestibular)

Ayres (1979) menyebut sistem vestibular ini sebagai “business center”, karena semua sistem sensorik berkaitan dengan sistem ini. Sistem vestibular ini terletak pada labyrinth di dalam telinga bagian tengah. Fungsinya meneruskan informasi mengenai gerakan dan gravitasi. Sistem ini sangat mempengaruhi gerakan kepala dalam hubungannya dengan gravitasi dan gerakan cepat atau lambat (Accelerated or decelerated movement), gerakan bola mata (okulomotor), tingkat kewaspadaan ( level of arousal ) dan emosi.

Proses sensori integrasi terjadi secara bertahap, kegagalan di satu tahap akan berpengaruh pada tahap berikutnya. Anak yang optimal dalam proses sensori integrasi akan memiliki kemampuan komunikasi, kemampuan mengatur, harga diri, kepercayaan diri, kemampuan akademik, kemampuan berfikir abstrak dan penalaran, serta spesialisasi setiap sisi tubuh dan otak. Hasil akhir proses sensrori integrasi tersebut baru tercapai saat anak mulai usia sekolah dasar (SD).

 Level-Level Sensory Integration

Ada empat level dalam proses sensori integrasi. Level pertama berlangsung di usia 0-1 tahun, level kedua 1-2 tahun, level ketiga 3-7 tahun, dan level keempat tercapai saat anak masuk SD.

1. Level Pertama (0 – 1 tahun)

Anak picky eater (pemilih dalam makan)? sulit menangkap bola? Takut bermain ayunan atau perosotan Proses Sensori integrasi level pertama terjadi saat anak berusia 0-1 tahun. Tiga hal penting yang terbentuk adalah taktil, integrasi vestibular dan proprioreseptif, dan gravitational security.

Tactile memberikan rasa aman dan nyaman terhadap apa yang anak menyentuh dan ketika disentuh, ini bahkan berpengaruh pada kenyamanannya bersosialisasi kelak. Awal dari tactile adalah kelekatan ibu dan anak. Menyusui dan menggendong anak adalah stimulasi yang baik bagi si kecil. Dengan menyusui, bayi akan menerima informasi suhu tubuh dan tekstur kulit ibu serta tekanan yang ia rasakan. Ini menjelaskan kenapa bayi hanya benar-benar bisa tenang saat ia berada di dekat ibunya, karena suhu, tekstur, dan tekanan ibulah yang familiar dengannya. Anak yang picky eater biasanya punya masalah pada saat menghisap, dan ini akan terdeteksi ketika anak menyusu. Bila hisapannya lemah, otot kunyahnya juga tidak bekerja baik sehingga kesulitan memakan makanan yang dengan tekstur tertentu.

Gravitational security juga terbentuk di level pertama. Pernah dengar larangan menggendong dan mengayun-ayun bayi? Sebaiknya anda abaikan karena apabila bayi digendong dan diayun maka itu berarti ia mendapat informasi yang lebih banyak tentang arah dan merasakan gravitasi, dan karena ia merasa tetap nyaman dalam gendongan, iapun merasa aman dengan gaya gravitasi. Tak heran kalau nanti di usia 3-4 tahun ia akan dengan yakin melompat, berayun, dan meluncur. Stimulasi yang ia terima jauh lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang lebih banyak didiamkan saja di ranjang atau stroller. Salah satu integrasi vestibular dan proprioreseptif yang penting di level ini adalah kontrol gerakan mata. Mainan yang digantung di atas ranjang bayi bisa berpengaruh pada perkembangan vestibular si kecil. Hindari mainan yang berputar, pilih mainan yang bergerak kanan-kiri atau depan belakang karena gerakan ini yang ia butuhkan untuk menstimulasi system vestibularnya, gerak otot matapun akan terlatih dengan baik dan inilah pondasi untuknya saat belajar menbaca kelak. Yang dibutuhkan adalah sesuatu yang bergerak sederhana, kanan-kiri, depan-belakang, atas bawah. Gerakan berputar, apalagi layar televisi yang bergerak sangat cepat terlalu kompleks dan malah membuat gerak otot matanya tidak berkembang dengan baik.

2. Level Kedua (1-2 Tahun)

Anak pendiam? Hiperaktif? Enggan mencoba hal baru? Tidak tertarik dengan mainan atau permainan yang baru?  Anak usia 1-2 tahun mulai tertarik pada benda-benda di luar dirinya. Dia mulai suka mencopot , memasang, membuka, menutup, mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja. Misalnya saja saat ia melihat botol berisi air, dia mungkin akan mencoba membukanya dengan memukul-mukul, membanting, menggigit, dan seterusnya. Fungsi taktil, vestibular, dan proprioreseptif sebagai dasar kestabilan emosi berkembang pada level ini. Sangat penting untuk membiarkannya mencoba banyak hal sehingga pengalamannya semakin banyak. Bila anak banyak dibatasi, dua perilaku akan mungkin terbentuk saat ia tumbuh : Pendiam atau hiperaktif.

Mungkin dia akan tampak seperti pendiam, menarik diri, saat berhadapan dengan lingkungan yang baru. Perilaku ini muncul karena sedikitnya pengalaman membuat ia tak yakin dengan apa yang harus dilakukan. Iapun menarik diri, seolah-olah ia adalah anak yang pendiam. Sebaliknya, bisa juga ia menjadi hiperaktif karena haus akan pengalaman. Ia tak bisa menahan dirinya untuk beralih dari satu permainan ke permainan yang lain. Tubuh kita memang secara alamiah mencari kebutuhannya yang tak terpenuhi. Persepsi tubuh anak juga terbentuk di tahap ini. Berdasarkan pengalaman-pengalamannya, anak akan membentuk peta bagian tubuh di otak. “Data mentah”-nya adalah pengalaman sensasi dari kulit, otot, sendi, gravitasi, dan reseptor gerak. Pemetaan yang baik akan menentukan keberhasilan anak dalam melakukan motor planning, yang berguna dalam kemampuan beradaptasi dengan hal yang tidak dikenal dan belajar melakukannya secara otomatis. Apakah anak tampak tak tertarik saat dibelikan mainan baru? Enggan mencoba atau menunggu dulu dicontohkan oleh orangtuanya? Apakah anak selalu harus diberi petunjuk ketika memasuki lingkungan yang baru? Tidak berani berinisiatif?

3. Level Ketiga (2-5 tahun)

Level ini dijalani saat anak mulai berinteraksi dengan lingkungannya. Proses yang terjadi adalah masa perkembangan bicara dan bahasa, pembentukan persepsi visual, penguasaan tingkat persepsi yang lebih tinggi, merasakan benda melalui menyentuh, memegang, dan menggerakkannya, serta masa berkembangnya koordinasi mata-tangan. Hal penting yang harus diperhatikan dalam perkembangan bicara dan bahasa adalah, kemampuan bicara dan berbahasa tidak terjadi begitu saja. Sebelum mengerti kata, anak harus mampu memperhatikan orang yang berbicara. Sistem vestibular yang berkembang dengan baik di level sebelumnya membantu anak untuk memproses apa yang ia dengar dan lihat dengan tepat. Banyaknya pengalaman di level sebelumnya akan menjadi bank data dalam membentuk persepsi visual. Anak di usia ini sudah mengenali apa yang ia lihat, apa yang harus dia lakukan dengan objek yang ia lihat, dan apabila melihat benda yang baru, berdasarkan pengalamannya ia akan percaya diri akan apa yang bias dilakukan terhadapnya. Sebagai perkembangan selanjutnya, ia mulai menguasai tingkat persepsi yang lebih tinggi. Tak hanya melihat benda, ia juga melihat hubungannya terhadap benda lain dan latar. Contohnya : ia melihat bola, lapangan, dan gawang…ia pun berlari mengarahkan bola untuk dimasukkan ke gawang. Kali lain ia melihat bola yang sama, tapi tidak ada gawang, yang ada botol botol berjajar, ia tidak akan menendangnya tapi menggelindingkan bole ke arah botol. Untuk belajar, anak usia ini harus merasakan langsung. Misalnya, untuk mengenal berat sebuah benda, ia akan menyentuh, memegang, dan menggerakkannya. Semakin banyak informasi yang masuk melalui indera akan menambah bank data pengalaman di otaknya sehingga membuatnya semakin percaya diri saat bertemu dengan benda-benda yang baru. Apabila anak terlalu banyak berinteraksi dengan gadget berlayar (HP, tablet, laptop), kesempatannya untuk mendapat banyak informasi melalui indera akan sangat sedikit. Ia hanya menonton orang yang menari, tapi tidak merasakan tubuhnya yang bergerak, perubahan gerak udara, perubahan tekanan pada otot. Tidak ada data yang masuk ke otak, tidak ada yang diintegrasikan sehingga pengalaman mereka sangat sedikit. Keasyikan menonton juga mengurangi pengalaman sosialisasi dan berbahasa.

Level ini juga merupakan masa penting bagi koordinasi mata dan tangan. Di usia yang muda, tangan dan jari akan berusaha meraih atau mencoba melakukan hal yang dilihat oleh mata. Semakin berkembangnya koordinasi mata dan tangan akan membuatnya siap untuk kegiatan yang lebih kompleks seperti merakit dan menulis.

4. Level Keempat (5-7 tahun)

Level ini tercapai saat anak masuk SD. Ia akan lebih spesifik dalam menggunakan satu sisi tubuh, lebih jelas bagian tubuh sebelah mana yang dominan ia gunakan. Akhirnya, setelah proses sensori integrasi yang panjang dari pengalaman yang banyak, harga diri anak, kontrol diri dan kepercayaan diri akan terbentuk. Ia akan bersikap tenang dan siaga saat mengikuti pelajaran di sekolah. Insyaallah tak ada lagi cerita anak yang butuh waktu lama untuk menyelesaikan tugas karena mencari barang-barang seperti pensil dan penghapus, memberi alasan alih-alih menyelesaikan tugas, ataupun masalah-masalah seperti konsentrasi dan kekuatan saat menulis.

Bagaimanapun, anak usia 0-7 tahun kondisinya belumlah stabil, mereka butuh pengalaman sebanyak-banyaknya sehingga mereka puas bereksplorasi. Kelak saat waktunya mereka tenang dan siaga mereka telah siap, tak lagi menghindar atau mencari-cari . Merekapun akan mudah beradaptasi dengan aneka keadaan.

Daftar Pustaka:

NLP The Art of Enjoying Life, Teddi Prasetya Yuliawan, Jakarta: 2014

https://riezkaratna73.wordpress.com/2015/03/09/gangguan-belajar-sensory-integration-dan-dispraxia/, diakses 17 April 2017

1⃣ Bunda Wiwit :
Masyaa Allah materi Sensory Integration ini membuat saya merenungkan betapa Kuasa Ilahi begitu besar dlm tubuh kita dg semua sensory yg diberikan.

Mhn pencerahan Teh Ai & Mba Zy, stelah membaca materi sy berusaha memahami utk Rep.System (VAKOG) dg kelima panca indra yg kita miliki dg tambahan 2 Sensory Information :
Otot dan persendian (Proprioceptive) & Keseimbangan / balance (Vestibular).

Mhn pencerahan bgmn aplikasi menstimulus utk Proprioceptive & Vestibular dlm mengoptimalkan gaya belajar anak anak 5 thn?

1⃣ bunda Wiwit, pertama kali kami sebagai fasil mohon  maaf jika ilmunya belum cukup menjawab tentang NLP. Sy tidak terlalu paham, karena untuk mempelajari bidang ini harus memerlukan waktu yg lebih intens dan oerlu kelas khusus dalam membahasnya.

Tapi kalau ditanya tentang pengalaman pribadi saya bagaimana mengoptimalkan gaya belajar anak usia 5 tahun? Insya Allah saya akan menjawab atas dasar pengalaman sy sendiri.. mohon maaf jika kurang pas jawabannya.. ☺

Kalau dari pengalaman sy, banyak kegiatan yg bisa dilakukan untuk mengoptimalkan gaya belajar anak.
Misalnya;
-ajak anak memasak bareng. Bisa memasak bubur kacang hijau, masak sayur bayam, atau menggoreng tempe.
Dengan membersamai anak-anak saat mempersiapkan bahan-bahan yg akan dimasak, mencuci, memotong, menuang air, atau mencicipi kuahnya.
Ini juga melatih motorik kasar anak sekaligus melatih VAKOG tadi..
Insya Allah akan terlihat gaya belajar anak kita.. seperti yg sudah dijelaskan semalam, kalau ciri2 anak kinestetik agak jijikan orangnya, mungkin menuang air tumpah-tumpah dan lain sebagainya. Dengan membersamainya terus setiap hari pasti lama-lama kita akan melihat perkembangan pembelajaran anak kita.
#imho ✅