4/20/17

Kenali Gaya Belajar Anak Tantangan 10 Hari Day 1

Bismillahirrahmanirrahim,

Level selanjutnya setelah Komunikasi Produktif, Melatih Kemandirian Anak, Proyek Keluarga, adalah Mengenali Gaya Belajar Anak. Mengapa perlu mengenali gaya belajar anak? Karena dari learning style itulah, akan menjadi sumber potensi bagi kita sebagai orang tua untuk mendampingi anak-anak dengan tujuan menguatkan dan mengembangkan 4 hal yaitu ICAN. ICAN adalah Intellectual Curiosity, Creative imagination, Art of Discovery and Invention, dan Noble Attitude.

Di level keempat kali ini, tantangannya adalah mendampingi anak-anak dengan lebih intensif, melihat dan membuka mata hati orang tua untuk mengendus setiap potensi gaya belajar anak, sehingga membantu mereka untuk melesat lebih jauh lagi. Di hari pertama, Fikriy menggunakan activity book yang tahun lalu dibeli, Dr. Seuss Favorite Friends Activity Placemats. Ada beberapa aktivitas yang terdapat di buku ini, seperti puzzles, mazes, dot-to-dot, word searches, dan sebagainya. Nah, berhubung buku aktivitas ini menurut saya membutuhkan tingkat konsentrasi dan kesabaran yang lebih, buku ini buru-buru saja saya coba berikan kepada Fikriy. Alhamdulillah pas banget dengan Level 4, jadi bisa sekalian deh menyusuri gaya belajar Fikriy :)

Dengan usia 4 tahun, maka durasi fokus Fikriy seharusnya sudah bisa mencapai 4 menit, kemudian break dan kembali melakukan aktivitas lainnya. Di aktivitas pertama yaitu menyusuri labirin, fikriy mulai semakin akrab dengan memegang pensil untuk menyusuri kotak labirin mencari jalan keluar. Aktivitas kedua yang dilakukan adalah mencoba menulis angka 1 sampai 10 sesuai dengan pola yang ada di halaman tersebut. Aktivitas ketiga adalah bermain teka teki silang, tapi pada aktivitas ini tugas fikriy adalah menyebutkan huruf yang akan ditulis pada kolom yang sudah ada beberapa huruf yang tertulis di dalamnya. 

Ketiga aktivitas ini, menuntut konsentrasi yang cukup tinggi, dan saya perhatikan fikriy berusaha dengan kuat untuk menyelesaikan tugasnya.

Dari tabel pengamatan, yang terlihat seimbang adalah gaya belajar Auditori dan Kinestetik.