6/12/17

T10H Level 5 Day 2

Bismillaahirrahmaanirrahiim...


Hari ini kami sekeluarga melanjutkan kembali proyek pohon literasi keluarga sebagai tantangan untuk menstimulasi minat baca keluarga. Setelah weekend kemarin sempat off karena kami menjadi host ifthar jama'i keluarga besar, hari ini kami bertiga baru bisa membaca buku menjelang tidur malam. Kebetulan siang harinya ada tantenya Fikriy dan Mahira yang datang berkunjung dan selepasnya kami ketiduran sampai jam 5 sore dan ummi sudah harus bersiap untuk ifthar keluarga. Alhamdulillah masih keburu sebelum adzan Maghrib :)

Buku apa saja yang menjadi menu kami hari ini? Berikut detailnya ya..

Ummi
Ummi kebetulan secara bersamaan sedang mengikuti sekolah Akademi Keluarga Parenting Nabawiyah yang salah satu aplikasi program hariannya di bulan ini adalah meningkatkan pemahaman ilmu agama tentang kisah para shahabiyat di zaman Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam. Jadi buku yang ummi baca hari ini adalah "Mereka Adalah Para Sahabiyat" yang ditulis oleh Mahmud Mahdi al-Istanbuli dkk, 

tentang kisah putri Nabi Muhammad Sallallaahu 'alaihi wasallam yaitu Zainab al-Kubra, Ruqayyah, Fatimah az-Zahra dan Ummu Kultsum binti Rasulullah. Mashaallah ternyata begitu banyak kisah putri Nabi yang baru ummi dengar setelah membaca buku ini, misalnya tentang Fatimah yang memiliki kemiripan yang paling banyak dibandingkan putri lainnya, hanya dari Fatimah lahir cucu-cucu Nabi yang bernama Hasan dan Husein yang hidup hingga berusia cukup lama sementara dari putri lainnya, cucu Nabi ini berumur singkat. Meski baru membaca kisah yang cukup singkat, namun ummi merasa banyak sekali yang masih harus ummi gali dan menjadi motivasi agar lebih semangat lagi menuntut ilmu agama sebagai bekal ummi dalam mendidik anak-anak.

Fikriy
Hari ini alhamdulillah, Fikriy 4yo, masih bersemangat diajak tarawih ke mesjid bersama Ayah, meski pada saat ditanya sehabis pulang shalat apa yang dilakukan di sana, Fikriy menjawab dengan senyum saja hihi, tapi bagi ummi sudah lebih dari cukup dan membahagiakan karena Fikriy sudah berusaha dengan semampunya untuk mencintai mesjid. Mungkin karena durasi shalat Isya dan tarawih berjamaah yang cukup lama di mesjid tersebut (biasanya bacaan surat yang dipilih imam sangat panjang), maka sesampainya di rumah, tak lama kemudian Fikriy akan minta ditemani tidur karena capai. Jadi malam inipun seperti malam sebelumnya, saat menjelang tidur ummi bebaskan Fikriy mengambil buku yang mau dibacakan.
Oiya, kami membiarkan beberapa buku di kursi panjang di samping kasur sebagai buku pilihan yang bisa diakses dengan cepat oleh anak-anak sebelum tidur. Jika tidak ada yang cocok, baru mereka akan menuju ke rak buku keluarga di ruang tamu. Tadi buku yang diambil Fikriy adalah Seri Kereta Api Indonesia Kelas Ekonomi yang ditulis oleh Kak Wulandari.

Buku seri otomotif ini salah satu favorit Fikriy karena dia sangat menyukai kereta api. Isinya tentang rute-rute kereta api kelas ekonomi di Indonesia, dengan informasi singkat mengenai jadual keberangkatan dan rute yang dilintasi kereta tersebut. Cukup menarik karena terdapat foto asli kereta api yang dimaksud. Ummi membacakan beberapa halaman saja, karena tidak lama kemudian Fikriy sudah minta dipijit kakinya karena mungkin kelelahan habis ikut shalat tarawih hihihi.  

Mahira
Putri ummi yang luar biasa aktif dan baru bisa tenang saat tidur ini, alhamdulillah juga mengikuti jejak kakaknya yang suka dengan buku walau di tahap usianya sekarang lebih suka menunjuk-nunjuk bagian di boardbook yang penuh ilustrasi berwarna. Pilihan buku yang diambil tadi sebelum tidur adalah Princess Salima dan Buah Jeruk yang ditulis oleh Alin Imani. 

Boardbook yang diterbitkan DAR!Mizan ini sangat menarik untuk anak-anak karena selain ilustrasi berwarnanya yang bagus, pesan yang disampaikan mengandung makna yang mudah dicerna oleh anak. Seperti kisah Putri Salima yang kesepian dan ingin bermain dengan Nina putri seorang tukang kebun istana. Kisah putri ini ada beberapa judul buku dengan pesan yang berbeda-beda. Selain mengajarkan pesan moral yang tersirat di dalam buku, ummi juga sekaligus memperkenalkan kosa kata baru, nama-nama warna dan lainnya.

Ayah
Bagaimana dengan ayah hari ini? Sepertinya ayah masih kecapean jadi selain tadarus Ayah tidak membaca buku lainnya. Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor ayah tilawah sekaligus tadabur terjemahan surat tersebut. Ummi masih ketinggalan di belakang ayah nih tilawahnya hihi, doain bisa menyusul ya :)


Depok,
12 Juni 2017