2/26/17

WISUDAWATI IIP DEPPOK BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM.

WISUDAWATI IIP DEPPOK BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM.

Acara Wisuda peserta Matrikulasi Institut Ibu Profesional Depok diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 yang bertempat di Rumah Makan Bu Tjondro jalan Sersan Aning Depok.
Acara ini dihadiri oleh 29 peserta yang akan diwisuda, 3 orang fasil, 2 orang pengurus, keluarga dari peserta dan juga dihadiri oleh 22 anak yatim dan 7 orang pendamping dari Yayasan Yatim Daarul Ma'wa.

Pada pukul 08.00 panitia sudah menyiapkan segala keperluan pendukung acara, seperti backdrop, sound system, goodie bag untuk peserta dan anak yatim. Tak lupa juga doorprize yang berlimpah dari para donatur acara.
Pukul 09.00 tepat acara dibuka oleh MC yaitu mba Fitriana Hatta yang mengajak saya untuk menyapa para hadirin dengan yel-yel khas IIP.

Check sound... hu ha!
Whats the problem?... no problem!
What's the challenge... cancel, cancel go away!
Ibu Profesional... huuuuu yeesss!

MC telah membuka acara dengan penuh semangat, lalu memberi waktu singkat kepada para wisudawati agar saling berkenalan, mengingat identitas dan alamat temannya masing-masing karena selama ini baru sekali kopdar.

Sekarang tiba giliran saya sebagai ketua panitia untuk memberikan sambutan sekaligus doa pembuka agar acara ini berjalan dengan lancar. Diikuti dengan penampilan tahfidz quran dan puisi dari perwakilan anak yatim Daarul Ma'wa yang dibawa oleh pak Abdul Hafiz.

Adalah Dava, yang membacakan puisi dihadapan para hadirin. Puisi yang dibacakan tentang ayah, sekilas isi puisi yang juga menyentuh hati saya sehingga air mata ini menetes hangat dipipi saya.

Ayah..
aku kangen ayah..
Teringat saat ayah gendong..
Teringat saat ayah ajak aku jalan-jalan..
Teringat saat ayah memelukku..
Ayah..
Jika ayah masih hidup..
Pasti ayah akan bangga karena aku dapat memenuhi harapanmu..
Ayah..
Disini aku selalu menangis mengingatmu..
Aku rindu bermain dengan ayah..
Aku ingin merasakan sekali lagi pelukan ayah..
Tapi itu tak akan mungkin..
Karena kata ibu, ayah tak akan pernah kembali lagi..
Semoga ayah tenang di alam sana.

---

Acara wisuda ini juga didukung oleh pendongeng yang datang dari Cakung, yaitu Kak Sidik. Anak-anak yatim dari Yayasan Yatim Daarul Ma'wa sangat antusias dengan merapatkan duduknya kehadapan Kak Sidik, mereka membaur bersama anak-anak dari keluarga peserta Wisudawati Matrikulasi. Suasana menjadi sangat cair, saat sesi mendongeng dari Kak Sidik berlangsung. Interaksi yang sangat aktif dari cerita "Burung bersayap satu" dari Kak Sidik berikut humor yang dilemparkan ke seluruh yang hadir di acara itu sangat meninggalkan kesan bahagia bagi kami.

15 paket hadiah untuk games atau pertanyaan yang dibuat kak Sidik untuk anak-anak, menambah antusias dan keceriaan mereka.

Setelah sesi mendongeng, sesi wisuda pun berlangsung. Pembagian ID Card kepada seluruh peserta Matrikulasi batch 2 yang sudah lulus sangat dinanti-nanti. Bunda-bunda hebat yang sudah teruji komitmen dan konsistensinya dalam menerapkan ilmu-ilmu yang disampaikan oleh para fasilitator.

Kebahagiaan ini mereka bagikan kepada publik dengan mengunggah foto-foto selfie mereka ke sosmed dengan tagar yang sudah ditentukan dari panitia. Yaitu #institutibuprofesional #iipdepok #wisudamatrikulasiiipbatch2.

Setelah pembagian ID Card, kami juga menyediakan waktu khusus untuk Aliran Rasa yang disampaikan oleh beberapa perwakilan peserta, baik dari ibu yang bekerja diranah domestik maupun ibu bekerja diranah publik.

Ada yang menyampaikannya dengan mata berkaca-kaca karena katanya, "setelah mengikuti kelas Matrikulasi saya lebih sabar menghadapi anak-anak saya". Ada yang bilang, "saya jadi lebih 'terang' dalam menjalankan semua peran saya sebagai istri dan ibu", ada juga yang berkata bahwa "dulu saya minder menjadi seorang ibu rumah tangga tapi setelah mengikuti kelas Matrikulasi IIP, sekarang lebih bangga menjadi ibu profesional."

Setelah sesi Aliran Rasa dari wisudawati, ramah tamah sambil menyantap makan siang pun berlangsung akrab dan terasa sekali kekeluargaannya.

Sambil makan siang, MC pun membagi-bagikan doorprize yang berlimpah, sehingga bukan hanya peserta yang datang paling awal saja yang mendapat hadiah, peserta yang membawa anak dengan jumlah paling banyak, peserta yang maju kedepan untuk mengalirkan rasa, peserta yang menjadi kordi mingguan sewaktu dikelas matrikulasi, bahkan para fasil pun ikut kebagian mendapatkan hadiah yang berkah melimpah dari para donatur. Ada buku parenting, hijab, mukena, gamis, tas, dompet, kalender, mug, kaos kaki, bahkan voucher DP umroh senilai 1 juta.

Setelah itu, sebelum acara ditutup, kami memperkenalkan susunan kepengurusan IIP Depok yang baru yang diamanahkan untuk masa kerja selama 2 tahun kedepan yaitu mulai Januari 2017-Januari 2019.

Diawali dengan sambutan dari Koordinator Kota yaitu mba Farida Ariyani, Online manager yaitu mba Nidia Rosyiana, Financial Manager yaitu mba Diah Soehadi, dan Offline manager yaitu saya sendiri (Zy Fauziah). Lalu kami juga memperkenalkan para kordinator Kelas Minat (KAMI), admin grup, admin sosmed, dan bidang-bidang lainnya di dalam kepengurusan.

Misi kepengengurusan yang dikomadoi oleh mba Farida kali ini tagline nya adalah "Emak Go Online" diharapkan dengan teknologi canggih yang ada sekarang, ibu-ibu bisa memaksimalkan peran dan kemampuannya dengan menggunakan gadget untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai positif bahkan menghasilkan uang. Dengan Do'a dan harapan yang sama-sama kami aminkan, semoga Ibu Profesional Depok kedepannya semakin menebar manfaat bagi kebermanfaatan umat khususnya ibu dan keluarga.

Demikian laporan yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

- Zy Fauziyah -
Ketua Pelaksana

#institutibuprofesional
#iipdepok
#wisudamatrikulasibatch2iipdepok
#berbagidanmelayani
#ODOPfor99days
#ODOPday31

2/23/17

Tantangan 10 Hari Kemandirian One Week One Skill Day #2

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Masih semangat di level kedua dalam rangka membangun kemandirian anak-anak, One Week One Skill. Nah, kalau kemarin cukup sukses keduanya, hari ini bisa dibilang sukses juga... Sedikit hehehe.

Kemandirian Fikriy Day 2 (Merapikan Mainan dan Buku Sebelum Tidur)
Hari ini saya membuat nasi goreng kampung untuk sarapan, Fikriy mulai semangat lagi makan sendiri, apa mungkin karena lapar ya hihi. Alhamdulillah kalau makan, walau kadang-kadang minta disuapin tapi beberapa hari ini Fikriy mau menyelesaikan makannya sendiri.
Skill yang sebenarnya sedang dilatih adalah Merapikan Mainan dan Buku Sebelum Tidur. Karena siang tadi Fikriy tidak tidur, akhirnya saya memantau kemandirian nya di sela sela waktu bermain. Ketika menjelang sore, Fikriy minta tolong agar kasur tempat bermain digelar di depan tivi. Nah kebetulan banget mainannya masih berantakan di depan televisi. Akhirnya saya meminta Fikriy untuk merapikan mainan dan buku kembali ke tempatnya.
Hasilnya?
SUKSES, alhamdulillah hihihi. Agak sedikit mengomel sih, tapi gapapa tetap saya kasih pujian.

Kemandirian Mahira Day 2 (Makan Sendiri dan Membereskan Sisa Makanan)
Kalau Mahira, alhamdulillah makan malam tadi menunya mie godog, kebayang kan repotnya anak umur 18bulan makan mie kuah hihi. Tapi pas saya sedang menyetrika baju, Mahira yang didampingi ayahnya, dapat menghabiskan hampir seluruh makanan. Sisa makanan ada sedikit, namun yang membereskan adalah mas Fikriy hihi

Tetap semangat yaaa anak-anak sholeh ummi :)

2/21/17

Tantangan 10 Hari Kemandirian One Week One Skill Day #1

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Masuk level kedua di kelas Bunda Sayang, kali ini tujuannya adalah menciptakan kemandirian anak-anak, bagi orang tua yang sudah memiliki putra putri. Langsung teringat, ada beberapa skill yang ingin saya latih bersama Fikriy dan Mahira, gayung pun bersambut judulnya :)

Nah, minggu ini, saya ingin mengasah lebih dalam skill di bawah ini untuk putra-putri saya. Sebenarnya secara tidak disadari, mereka mungkin sudah pelan-pelan diajak bekerja sama dalam skill ini, tapi dengan adanya 10days challenge ini, jadinya akan lebih terpacu lagi.

Fikriy
Membereskan buku di rak dan mainan di kotaknya sebelum tidur

Dari sore, fikriy sudah disounding kalau nanti malam sebelum tidur, bantuin ummi membereskan mainan dan buku agar kembali rapi. Semalam, awalnya Fikriy sedikit  enggan dan bertanya kok bukan ummi saja yang merapikan, kemudian saya bilang nanti pasti dibantuin supaya fikriy semangat. Alhamdulillah, semalam dealnya adalah, fikriy yang memungut mainan dan memberikan kepada saya, baru kemudian saya yang membantu meletakkannya kembali.
You are great, Fikriy!

Mahira
Makan dan membereskan makanan sendiri
- makan pagi masih disuapi dengan ummi karena belum mulai Challenge
- makan siang sudah makan sendiri dengan Beef stew, kemudian setelah makan Mahira saya ajak untuk mengelap bekas makan di lantai dan membuang sisa makanan ke tong sampah. Alhamdulillah mungkin karena melihat masnya, Mahira mau diajak kerja sama. Semangat, adek!

2/20/17

Tantangan 10 hari Apresiasi Kemandirian

🍀 *Tantangan 10 hari  Apresiasi Kemandirian*

(Periode 23 Feb - 11 Maret 2017)

Dalam tantangan 10 hari di materi kemandirian  kali ini, kita akan memberikan apresiasi kemandirian dalam beberapa kategori yaitu:
👪 Bagi anda yang sudah memiliki putra/i

💑Bagi anda yang ingin melatih kemandirian berdua dengan pasangan karena di rumah belum ada anak-anak

🙋Dan Bagi anda yang masih single.

Bagaimana caranya?

1⃣ Buatlah list kemampuan kemandirian apa saja yang ingin anda latihkan baik kepada putra/putri anda (bagi Ibu yang sudah memiliki anak), atau kepada anda dan pasangan (bagi ibu yang belum memiliki anak), atau kepada diri anda sendiri (bagi anda yang masih single).

2⃣Buatlah program *One Week One Skill* Dalam satu bulan ini min. melatih 1 kemandirian dan max. 4 kemandirian.

3⃣Abadikan portofolio kemandirian anak ➡👪

Kemandirian kita dan atau pasangan ➡💑

Kemandirian diri kita sendiri➡🙋

Bisa  dalam bentuk foto dengan caption  atau tulisan narasi  yang anda  posting setiap hari,  minimum selama 10 hari dan max. tak berbatas waktu, bergantung komitmen yang anda buat.

🎖Bagi anda yang berhasil menyelesaikan tantangan ini akan memperoleh badge "YES,  I CAN"💪💪 apapun kondisi anda, baik konsisten setiap hari, lompat-lompat, dirapel,dan minta dispensasi, selama sampai tanggal 11 Maret 2017, anda selesai pasti dapat badge.

🎖🎁🎁
Bagi anda yang berhasil konsisten 10 hari berturut-turut dan menyelesaikannya sampai akhir maka akan mendapatkan tambahan badge

*You're outstanding performance*

Dan mendapatkan kesempatan untuk masuk seleksi tulisan terbaik nasional dan pertukaran mahasiswi ke grup lain.

🎖🎁
Bagi anda yang berhasil menyelesaikan tantangan, dg cara dirapel atau lompat-lompat, apapun kondisinya, maka anda akan dapat tambahan badge

*You're excellent*

Posting Portofolio di Blog/Platform lainnya, disertai hashtag:

#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Dan bagi yg di blog, tambahkan kategori/label:
*Bunda Sayang*
*Melatih Kemandirian*
*Ibu Profesional*
*IIP*

Setorkan link tulisan anda ke......

Jika mengalami kendala teknis, hubungi Koordinator Bulanan untuk bantu carikan solusi.

Tetap semangat, yakin... *Yes, I CAN!*

RESUME MATERI DAN TANYA JAWAB📚 KULWAPP SESI 2, MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

📚RESUME MATERI DAN TANYA JAWAB📚
KULWAPP SESI 2, MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
KELAS BUNDA SAYANG IIP DEPOK
SENIN, 20 FEBRUARI 2017, PUKUL 20.00-21.00

🔆Narasumber : Ai Santiani
🔆 Host         : Ardaniya Rizka
🔆Co-Host & Notulis : Tantia Kurniawati

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Mengapa melatih kemandirian anak itu penting?

Kemandirian anak erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Sehingga apabila kita ingin meningktkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandirian dirinya.

Kemandirian erat kaitannya dengan jiwa merdeka. Karena anak yang mandiri tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Jiwa seperti inilah yang kebanyakan dimiliki oleh para enterpreneur, sehingga untuk melatih enterpreneur sejak dini bukan dengan melatih proses jual belinya terlebih dahulu, melainkan melatih kemandiriannya.

Kemandirian membuat anak-anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.

Kapan kemandirian mulai dilatihkan ke anak-anak?

Sejak mereka sudah tidak masuk kategori bayi lagi, baik secara usia maupun secara mental. Secara usia seseorang dikatakan bayi apabila berusia 0-12 bulan, secara mental bisa jadi pola asuh kita membiarkan anak-anak untuk selalu dianggap bayi meski usianya sudah lebih dari 12 bulan.

Bayi usia 0-12 bulan kehidupannya masih sangat tergantung pada orang lain. Sehingga apabila kita madih selalu menolong anak-anak di usia 1 th ke atas, artinya anak-anak tersebut secara usia sudah tidak bayi lagi, tetapi secara mental kita mengkerdilkannya agar tetap menjadi bayi terus.

Apa saja tolok ukur kemandirian anak-anak?

☘Usia 1-3 tahun
Di tahap ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya kita melatih anak-anak untuk bisa setahap demi setahap meenyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri.
Contoh :
✅Toilet Training
✅Makan sendiri
✅Berbicara jika memerlukan sesuatu

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak-anak di usia 1-3 th  adalah sbb :
👨👩👦👦 Membersamai anak-anak dalam proses latihan kemandirian, tidak membiarkannya berlatih sendiri.
👨👩👦👦 Mau repot di 6 bulan pertama. Bersabar, karena biasanya 6 bulan pertama ini orangtua mengalami tantangan yang luar biasa.
👨👩👦👦Komitmen dan konsisten dengan aturan

Contoh:
Aturan berbicara :
Di rumah ini hanya yang berbicara baik-baik yang akan sukses mendapatkan apa yang diinginkannya.

Maka jangan pernah loloskan keinginan anak apabila mereka minta sesuatu dengan menangis dan teriak-teriak.

Aturan bermain:
Di rumah ini boleh bermain apa saja, dengan syarat kembalikan mainan yang sudaj tidak dipakai, baru ambil mainan yang lain.

Maka tempatkanlah mainan-mainan dalam tempat yang mudah di ambil anak, klasifikasikan sesuai kelompoknya. Kemudian ajarilah anak-anak, ambil mainan di tempat A, mainkan, kembalikan ke tempatnya, baru ambil mainan di tempat B. Latih terus menerus dan bermainlah bersama anak-anak, jadilah anak-anak yang menjalankan aturan tersebut, jangan berperan menjadi orangtua. Karena anak-anak akan lebih mudah mencontoh temannya. Andalah teman terbaik pertama untuknya.

☘Anak usia 3-5 th
Anak-anak di usia ini sedang menunjukkan inisiatif besar untuk melakukan kegiatan berdasarkan keinginannya
Contoh :
✅ Anak-anak lebih suka mencontoh perilaku orang dewasa.
✅Ingin melakukan semua kegiatan yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya

🔑Kunci Orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia 3-5 th adalah sbb :
👨👩👦👦Hargai keinginan anak-anak
👨👩👦👦Jangan buru-buru memberikan pertolongan
👨👩👦👦 Terima ketidaksempurnaan
👨👩👦👦 Hargai proses, jangan permasalahkan hasil
👨👩👦👦 Berbagi peran bersama anak
👨👩👦👦 Lakukan dengan proses bermain bersama anak

Contoh :
✅Apabila kita setrika baju besar, berikanlah baju kecil-kecil ke anak.
✅Apabila anda memasak, ajarkanlah ke anak-anak masakan sederhana, sehingga ia sdh bisa menyediakan sarapan untuk dirinya sendiri secara bertahap.
✅Berikanlah peran dalam menyelesaikan kegiatannya, misal manager toilet, jendral sampah dll. Dan jangan pernah ditarget apapun, dan jangan diberikan sebagai tugas dari orangtus.Mereka senang mengerjakan pekerjaannya saja itu sudah sesuatu yang luar biasa.

☘Anak-anak usia sekolah
Apabila dari usia 1 tahun kita sudah menstimulus kemandirian anak, mka saat anak-anak memasuki usia sekolah, dia akan menjadi pembelajar mandiri. Sudah muncul internal motivation dari dalam dirinya tentang apa saja yang dia perlukan untuk dipelajari dalam kehidupan ini.

⛔Kesalahan fatal orangtua di usia ini adalah terlalu fokus di tugas-tugas sekolah anak, seperti PR sekolah,les pelajaran dll. Sehingga kemandirian anak justru kadang mengalami penurunan dibandingkan usia sebelumnya.

🔑Kunci orangtua dalam melatih kemandirian anak di usia sekolah
👨👩👦👦Jangan mudah iba dengan beban sekolah anak-anak sehingga semua tugas kemandirian justru dikerjakan oleh orangtuanya
👨👩👦👦Ijinkan anak menentukan tujuannya sendiri
👨👩👦👦Percayakan manajemen waktu yang sudah dibuat oleh anak-anak.
👨👩👦👦Kenalkan kesepakatan, konsekuensi dan resiko

Contoh :
✅Perbanyak membuat permainan yang dibuatnya sendiri ( DIY = Do It Yourself)
✅Dibuatkan kamar sendiri, karena anak-anak yang mahir mengelola kamar tidurnya, akan menjadi pijakan awal kesuksesan ia dalam mengelola rumahnya kelak ketika dewasa.

☘Ketrampilan-ketrampilan dasar yang harus dilatihakan untuk anak-anak usia sekolah ini adalah sbb:
1⃣Menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya
2⃣Ketrampilan Literasi
3⃣Mengurus diri sendiri
4⃣Berkomunikasi
5⃣Melayani
6⃣Menghasilkan makanan
7⃣Perjalanan Mandiri
8⃣Memakai teknologi
9⃣Transaksi keuangan
🔟Berkarya

☘3Hal yang diperlukan secara mutlak di orangtua dalam melatih kemandirian anak adalah :
1⃣Konsistensi
2⃣Motivasi
3⃣Teladan

Silakan tengok diri kita sendiri, apakah saat ini kita termasuk orangtua yang mandiri?

☘Dukungan-dukungan untuk melatih kemandirian anak
1⃣Rumah harus didesain untuk anak-anak
2⃣Membuat aturan bersama anak-anak
3⃣Konsisten dalam melakukan aturan
4⃣Kenalkan resiko pada anak
5⃣Berikan tanggung jawab sesuai usia anak

Ingat, kita tidak akan selamanya bersama anak-anak.Maka melatih kemandirian itu adalah sebuah pilihan hidup bagi keluarga kita

Salam,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

Sumber bacaan:
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, antologi, gaza media, 2014
Septi Peni, Mendidik anak mandiri, pengalaman pribadi, wawancara
Aar Sumardiono, Ketrampilan dasar dalam mendidikan anak sukses dan bahagia, rumah inspirasi

??? SESI TANYA JAWAB ???
1⃣Bunda Suci
Assalammu'alaikum...
1. Anak pertama saya saat ini usia 5 tahun, alhamdulillah sudah bisa mandiri untuk beberapa hal. Hanya saja yang paling sulit itu untuk mengajaknya makan sendiri. Dia agak sulit makan. Tapi alhamdulillah sudah seminggu-an ini, tepatnya sejak ulang tahunnya yg ke-5, dia berusaha makan sendiri. Karena kami sudah membuat kesepakatan2 plus konsekuensinya jika tidak dilakukan. Tapi ketika dia makan sendiri, apa yang dimakan jadi lebih sedikit dibandingkan ketika disuapin. Dia juga jd milih2 makanan yang dia sukai saja. Untuk sayuran jadi berkurang. Dulu ketika disuapin memang saya paksakan untuk makan sayur. Bagaimana ya menyiasatinya? Supaya dia tetap bisa makan mandiri tapi apa yang dimakan cukup untuk memenuhi gizinya.
2. Sejauh mana keterampilan dasar yang harus dimiliki anak usia 5 tahun dalam menghasilkan makanan dan memakai teknologi? Untuk teknologi, anak saya baru seputar bermain game edukasi di hape dan laptop. Itupun hanya dapat jatah di weekend selama 30 menit untuk bermain hape dan jatah bermain laptop 1 jam setiap hari. Biasanya dia main puzzle atau game edukasi yang sudah saya install. Apakah bermain/dapat mengoperasikan gadget termasuk keterampilan dasar dalam memakai teknologi? Atau ada hal lain yg dimaksud?
Terimakasih        
Jawab :
Waalaikumussalam...
1. Bunda Suci, hal ini juga masih merupakan PR besar buat saya dalam menghadapi anak saya (3,5 th) yang picky eater. Oleh karena itu saya baru bisa berbagi tentang catatan pribadi saya dari langkah2 kecil yang harus saya jalani dalam menghadapi tantangan ini, semoga bisa memberikan pencerahan.
Langkah2 yang harus saya lakukan:
a. Memupuk kepercayaan diri saya bahwa saya bisa menghadapi tantangan ini, dan memohon kepada Allah untuk senantiasa membimbing saya dalam prosesnya.
b. Meyakinkan diri bahwa Allah Sang Maha mencukupi gizi kita semua, termasuk anak kita.
c. Memberikan kepercayaan kepada anak saya bahwa dia mau dan mampu menghabiskan makanan yang kita sajukan.
d.  Terus belajar memodifikasi makanan, mengolah makanan dalam berbagai bentuk, hingga tampak menarik.
e. Membuat suasana makan semenarik mungkin, diawali dengan mengelola perasaan diri dengan bahagia, ceria, antusias (gamifikasi) sampai memodifikasi tempat makan, misal : dengan acara makan di kebun, ditaman. Bisa dengan roleplay (bermain peran seperti saat makan di restoran), dsb.
f. Melibatkan anak saat memasak dan mengolah makanan.
g. Bercerita (membacakan buku)/menonton film edukasi bersama anak tentang manfaat berbagai macam makanan bagi kesehatan.
h. Memberikan apresiasi setiap keberhasilan anak memakan makanan yang kita sajikan.
Banyak juga ternyata poinnya ya 😅 ✅
2. Sesuaikan dengan kemampuan anaknya saja bunda Suci, tidak perlu memberikan target, apalagi memaksakan, terutama dalam penggunaan gagdet. Dalam memandu kemandirian anak ini kita perlu have fun. Pandanglah anak kita sebagai anugrah terindah dengan berbagai ragam keunikaannya, dengan penuh rasa syukur. ✅ 
            
2⃣Bunda Azay
Assalamu'alaikum...
Sampai saat ini anak sy 4y6m sudah bisa toilet training khusus BAK, berpakaian sendiri, dan makan sendiri, tp dia tetep kekeh untuk tetap dipakaian, disuapi dll krn anak sy merasa klo melakukan semuanya sendiri bearti ortu udh ga sayang lagi kpd dia. Bgmn cara merubah cara pandang anak sy tsb, apakah treatment yg hrs sy lakukan?
Terima kasih
Jawab :
Waalaikumussalam bunda Azzay,
Mengutip pesan dari bu Septi tentang memandirikan anak ini :
kunci anak usia 1-3 tahun dalam melatih kemandirian adalah membersamai mereka dalam berproses, bukan menggegasnya atau membuatnya tergesa-gesa.
Contoh ketika proses 6 bulan pertama anak-anak harus sudah belajar makan sendiri, maka yang saya lakukan adalah bermain restoran-restoran setiap hari, sehari 3 kali, saat jam makan saya setting ruangan, kemudian anak-anak pakai piring kecil-kecil, saya makan bersama mereka. Belepotan kemana-mana, bahkan dilemparlempar nasinya, saya minta mereka untuk membersihkannya sendiri, saya hanya memberi contoh cara yang benar da selalu pasang muka senyum, karena saat itu saya sedang menjadi pramusaji di sebuah resotran, customer saya anak-anak.
Perbedaannya hanya, saya tidak mau membersihkan apa yang sudah mereka berantakin.
6 bulan penuh dinamika, setelah itu merdeka. Indikatornya apa? saat makan di restoran beneran, selalu bisa pesan makanan fresh, tidak lagi menunggu sisa anak, kalau nggak habis.
Mantra ajaib yang saya lakukan ke anak-anak waktu itu adalah:
"Kalau makan masih disuapin, ibu meninggal, kamu ikut meninggal"
kalimat ini saya berikan saat mereka usia 1-3 th, sampai hari ini masih melekat di benak anak-anak
ini pentingnya disiplin positif, karena kesadaran, bukan karena rasa takut dan kewajiban yang harus mereka tunaikan ✅

3⃣Bunda Icha
Assalamualaikum...
Bagaimana caranya mengajarkan anak untuk konsisten dengan manajemen waktu. Terkadang peraturan yg sudah disepakati dilanggar, terlebih di pagi hari dimana suasana rumah biasanya hectic.
Terimakasih😊🙏    
Jawab :
Waalaikumussalam...
Bunda Icha, untuk manajemen waktu, berarti anaknya sudah memasuki usia sekolah ya?
Langkah pertama, pastikan kita (orang tua sudah menjalankan manajemen waktu dengan baik.
Lalu, Kenalkan anak dengan manajemen resiko, misal: kalau terlambat bangun, bisa terlambat berangkat k sekolah dan tertinggal mata pelajaran awal.
Cat: tdk perlu jadi alarm (yang menasihati/mengingatkan berulangkali, cukup sekali tapi tegas)
Kalau anak tidak menurut, biarkan merasakan sendiri apa akibatnya bila dia terlambat.
Sebagai pengganti nasihat, gunakan cerita pengalaman sendiri, misal : "dulu ibu pernah tertinggal buku PR, karena ibu terburu-buru saat berangkat sekolah dan tidak menyiapkannya dari semalam, akibatnya ibu dihukum sama pak guru. Jadi mulai saat itu, ibu tidak mau terlambat bangun dan selalu menyiapkan apa2 yang harus dibawa k sekolah sebelum tidur"✅ 
               
4⃣ Bunda Laela
Di tahap kemandirian anak anak saya berpola sama antusias untuk mandiri di usia 1-3 tahun dan mulai sering menurun di usia 4-5 tahun dan mulai mandiri lebih baik lagi di usia 5 tahun
untuk anak pertama kasusnya punya adek di usia 3,5 thn, analisa saya sementara mkn dia iri ingi. Dilayani seperti adek bayi nya
Untuk anak kedua sampai usia 4 thn ini blm punya adek tapi berpola sama denhan kakak nya tapi belum tau kelanjutan nya untuk umur 5 tahun nanti, apakah itu hal yg alami atau ada keesalahan dalam melatih kemandirian?       
Jawab:
Bunda Laela, 3 kata kunci dalam memandu kemandirian anak yang diperlukan orang tua adalah:
1. Konsistensi -> tetap pada kesepakatan awal, tidak berubah-ubah (kadang ketat kadang longgar)
2. Motivasi -> menjelaskan manfaat mandiri, misal dengan dongeng, membacakan buku cerita, menonton vidio edukasi bersama2.
3. Teladan -> memberikan contoh. Sebelum memandu kemandirian anak, silahkan tengok diri kita sendiri apakah sudah termasuk orang tua yang mandiri?
=> silahkan cek bagian manakah yang kita lewatkan dalam memandu kemandirian anak kita tersebut. ✅      
        
5⃣Bunda Hesty
Assalamualaikum wr wb...
Saya sudah berusaha melatih kemandirian anak saya sedini mungkin.Di usia kurang dr 2th dia sudah tampak cukup mandiri.Makan sendiri lanjut meletakkan alat makannya di tempat cuci piring,ambil minum sendiri,buang sampah dtempatnya,merapikan mainan,dll.Semua dia lakukan tanpa disuruh.Tapi menjelang usia 3th saya melihat ada kemunduran.Makan minta disuapin,tdk mau beberes,sering buang sampah sembarangan,bahkan jadi sering ngompol lagi.Sampai sejauh ini saya masih belum memahami apa yg membuatnya seperti itu.Sementara tak ada hal2 atau kejadian2 drumah yg cukuo brpengaruh menurut saya.Mohon pencerahannya.Trimakasih        
Jawab :
Waalaikumussalam...
Alhamdulillah, selamat bunda Hesti yang sudah berusaha memandu kemandirian anak sejak dini.
Anak usia 3 tahun, otaknya semakin berkembang, rasa ingin tahunya juga semakin berkembang. Apalagi disertai dengan ego (individualitas)nya sedang tinggi. Dia selalu ingin mencoba hal2 baru yang diluar kebiasaannya, dia ingin melihat reaksi orang tuanya dengan berbagai tingkah lakunya, malihat mana yang lebih memancing perhatian orang tua nya. Oleh karena itu, saat mereka melakukan kesalahan (menurut kita) dan kita bereaksi (lebih memperhatikannya: misal dengan marah, teriak, ngomel2, dsb) mereka cenderung melakukannya lagi.
Jadi perlu diingat, lakukan apresiasi saat melakukan kebaikan dan kalem saat mereka melakukan kesalahan. ✅          
   
6⃣ Bunda Adriyani
Assalamualaikum...
Sbnrnya saya butuh disemangati untuk melakukan toilet training untuk anak saya 21m. NO ART dan toilet training anak sungguh menguras tenaga untuk ganti celana, ngepel lantai, cucian menumpuk sehingga pekerjaan terbengkalai. Mohon nasihatnyaa untuk menguatkan ☺
Jawab :
Waalaikumussalam...
Memang butuh stok sabar, saat toilet training ini.
Langkah pertama tentunya persiapkan diri kita dengan resiko2 yang bunda Adriyani sebutkan diatas. Siasati untuk mempermudah, seperti untuk lap air kencing saya pakai kanebo yang daya serapnya tinggi dan mudah dicuci. Siapkan jadwal pup dan pee anak kita. Jangan pernah memarahi anak saat anak ngompol/pup sembarangan, tetap berikan senyum dan katakan "bunda percaya, adek bisa pup/pee di kamar mandi, lain kali bilangnya atw pegang perut/kemaluan (berikan contoh) saat mau pup/pee."
Berikan kepercayaan penuh kalau anak kita pasti bisa.
Jangan lupa berikan apresiasi saat anak kita pup/pee di kamar mandi. ✅     
                
7⃣Bunda Mila
Assalamualaikum ...
Ketika saya melatih kemandirian anak misalnya mandi sendiri atau gosok gigi, kadang2 anak mandi/gosok gigi kurang bersih, apa sebaiknya saya sekali2 masih mengawasi atau ikut memandikan/menggosok giginya atau saya biarkan saja karena itu proses belajarnya? 
Jawab :
Waalaikumussalam...
Bunda Mila, berikan kepercayaan kepada anak kita kalau mereka bisa mandiri. Dampingi dan lakukan secara bertahap. Misal diawal, kita yang memberikan contoh (misal gosok gigi bersama-sama, lalu mulai percayakan untuk melakukannya sendiri, boleh dicek kebersihannya, setelah beberapa hari baru dilepaskan dan percaya saja. ✅      
              
8⃣Bunda Ika Puspita
Bagaimana efek jangka panjang mengenai pemberian hadiah sebagai apresiasi anak sdh melakukan tugasnya?     
Jawab:
Pemberian hadiah memang tidak dianjurkan untuk setiap prestasi. Berikan apresiasi dengan pelukan, kecupan, expresi bahagia, ucapan : "selamat ya.. adek bisa!" "Adek keren...👍"
Boleh memberikan hadiah dengan kesepakatan misal kalu memakai papan bintang, setelah mendapatkan 10 bintang, adek mendapatkan eskrim. ✅         
       
9⃣ Bunda Nira
Bagaimana mendidik kemandirian anak-anak yang masih pakai khodimat?
Jawab :
Bunda Nira, ada pertanyaan yang mirip di grup fasil, dan ini jawaban bu Septi :
nah ini, munculnya ART biasanya akan menjadi kendala saat kita melatih kemandirian anak. maka saat saya harus mengambil ART, maka saya sampaikan dulu ke anak-anak tugas dan wewenang ART di rumah apa saja? Maka selain hal tersebut, anak-anak tidak boleh memberikan tugas ke ART.
Dan ART pun saya ketatkan untuk menjalankan tugas sesuai apa yang sudah tertulis saja, dan tega untuk tidak cepat-cepat membantu anak-anak.
Maka biasanya saya ambil ART untuk keperluan rumah tangga kantor, kalau rumah tangga pribadi hanya sekali-kali minta bantuan.
Bahkan sekarang kami di Lebah Putih melatih kemandirian anak-anak secara massal, TIDAK ADA OFFICE BOY di sekolah kita yang bertugas bersih-bersih sekolah. Apa yang terjadi-jadi? anak-anak sangat mandiri, sampai sekolah, yang bertugas di kamar mandi langsung ambil peralatan kamar mandi, yang di halaman langsung ambil sapu dll. Dan selama bertugas mereka sangat bertanggungjawab untuk melatih temannya.

DISKUSI TAMBAHAN
1⃣ Tambahan jawaban Pertanyaan Bunda Icha dari bunda Swastihayu
saat forum keluarga kemaren, kami membuat kesepakatan bersama, apa saja hak dan kewajiban anak (usia 8 tahun)
misalnya:
- kalau mau diantar ayah, berangkat sekolah maksimal jam 7.15, lebih dari itu, silahkan berangkat sendiri (tantangan terberat pertama kali adalah saat anak melanggar kesepakatan. kemaren yang kami lakukan hanya konsisten dan tetap memegang teguh peraturan. terlambat masuk kelas adalah konsekuensi yang harus ditanggung sendiri oleh anak)
untuk manajemen waktu, biasanya sudah kusiapkan malam hari sebelum tidur (diberlakukan untuk anak usia 8 & 6 tahun)...
- diusahakan anak2 tidur sebelum jam 9 malam (siang hari memang sengaja diajak beraktifitas)
- saat mau tidur, ada "kesepakatan bersama"; misalnya:
besok pagi bangun jam setengah 5 ya,, kira kira mau dibanguninnya seperti apa?
aku mau bangun tidur digorengin french fries dong bun atau >besok gorengin cireng dong bun
- pada saat yang sudah disepakati, jam 4 lebih seperempat, aku siapkan request, lalu bangunin anak2:
_siapa yang mau makan cireeng? atau french fries-nya sudah siap tuh, enak banget masih anget, makan yuuk _
insyaallah lebih mudah karena tidak ada emosi yang terlibat.
- setelah mereka bangun dan selesai beribadah, kami biasanya mengingatkan lagi, kira kira apa yang akan dikerjakan hari itu, menyiapkan sarapan juga pakai diskusi; mau makan nasi atau roti dsb
- anak2 tetap diingatkan, misalnya:
satu jam lagi jam 7.15 ya, mau mandi dulu atau makan lagi?
2⃣Bunda Arssy
Klo anak saya usia 5 thn,ad adeknya usia 2 thn. Dlu sblm ada adek,nayaka sudah mandiri. Skrg stlh ada adeknya sperti ada kemunduran (sibling). Bahkan dia kdang pingin seperti adeknya.adek nya gendong dia jg pingin. Adeknya di mandiin,dia jg mau. Gmn bikin nayaka bisa mandiri lgi yah teh? Mksh
Jawab:
Bunda Arrsy, memang kehadiran seorang adik bisa menjadi kemunduran dalam kemandirian seorang anak, yaitu kecemburuan (termasuk faktor psikologis)
Hal yang perlu kita lakukan adalah, lakukan healing dulu terhadap kecemburuannya.
Luangkan waktu khusus berdua bersama kakak (titipkan si adik kpd orang yang dipercaya tentunya). Ajak kakak jalan2 berdua saja ke tempat pavoritnya, tanyakan apa perasaan kakak setelah mempunyai adek, inginnya bagaimana, jadilah pendengar yang baik, tunjukan emphaty, rasa sayang dan perhatian, sampaikan kalau bunda tetap sayang sama kakak walaupun ada adek.
Libatkan sang kakak saat merawat adek, seperti ikut memandikan, memakaikan popok, memberikan makan, berikan apresiasi saat kakak bersikap baik sama adek. Dan kemandiriannya muncul kembali. ✅
3 ⃣ Bunda Nikha
Sampai saat ini saya masih ragu untuk memiliki art lagi. Mengingat sebelum2nya, anak-anak jadi lebih nurut dengan art. Atau misalnya sedang saya nasehatin, anak2 "melarikan diri" ke art. Ada yg punya pengalaman sama?
Jawab:
Saya belum pengalaman punya ART 😄.
Mungkin komunikasi produktifnya harus ditingkatkan mengenai batasan2. Baik terhadap ART nya maupun terhadap anak2.
Dan cek lagi "I'm resposible for my communication result" nya, apakah sudah tepat?

Penutup:
Mari kita bersama, bersungguh sungguh menjadi pribadi yang mandiri terlebih dahulu sebelum memandu anak2 yang mandiri, semangat 💪 ( Ai Santiani )

2/19/17

Resume Kajian Tipe Tipe Suami dan Cara Menyikapinya Ustadzah Ummu Ihsan Choiriyah

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Dibuka dengan hadits tentang 11 orang wanita yang mengeluhkan suaminya kepada Aisyah RA, yang kemudian diceritakan kembali kepada Rasulullah tanpa membuka identitasnya. Di bawah ini adalah haditsnya

"‘Aisyah meriwayatkan ada 11 wanita yang berjanji dan sepakat untuk menceritakan semua hal tentang suami mereka.

Wanita pertama menceritakan, “Suamiku ibarat daging unta kerempeng yang berada di puncak gunung tanpa daratan yang dapat didaki dan tidak ada yang mau mengambilnya.”

Wanita kedua mengatakan, “Aku tidak akan membeberkan cerita tentang suamiku karena aku takut tidak dapat berhenti. Kisahnya sangat panjang. Jika aku beberkan, aku takut akan mengungkap rahasia dan aibnya.”

Wanita ketiga mengeluh, “Suamiku tinggi sekali. Namun, jika aku bicara, dia akan mentalakku, dan jika aku diam, dia membiarkanku terkatung-katung”

Wanita keempat memuji, “Suamiku ibarat udara pegunungan di malam hari, tidak panas dan tidak dingin. Nyaman dan tidak membosankan.”

Wanita kelima juga memuji, “Suamiku ketika pulang ke rumah langsung tidur seperti macan (tidur pulas). Ketika keluar rumah, dia seperti singa (pemberani) dan tidak pernah mempertanyakan harta bendanya (percaya pada istri).”

Wanita keenam bangga, “Suamiku bila makan sangat lahap dan bila minum tanpa ada yang tersisa. Apabila tidur, dia beselimut (sopan) dan tidak meraba-raba aib tubuhku.”

Wanita ketujuh meratap sedih, “Suamiku seorang yang garang, angker dan pendiam. Semua kejelekan ada pada dirinya. Dia dapat melukai, memukul atau bahkan melakukan keduanya padamu.”

Wanita kedelapan memuji, “Suamiku wangi seperti Zarnab (sejenis daun) dan sifatnya terus terang.”

Wanita kesembilan juga memuji, “Suamiku rumahnya luas dan badannya tinggi. Dia sangat dermawan dan banyak orang yang mendatangi rumahnya.”

Wanita kesepuluh berkata bangga, “Suamiku orang kaya. Tidak ada yang lebih kaya darinya. Dia mempunyai banyak unta yang sering berada di kandang dan jarang keluar. Ketika mendengar suara tongkat cambuk, unta itu pasrah: dia pasti akan disembelih sebagai jamuan.”

Wanita kesebelas membuat kiasan, “Suamiku Abu Zar. Maksudnya apa? Dia memberiku banyak anting-anting, membuatku gemuk dan bangga. Sebelum menikah, aku hanyalah seorang penggembala domba. Namun, setelah menjadi istrinya, aku menjadi pemilik kuda dan unta. Selain itu, aku juga mempunyai ladang yang sangat luas. Setelah menikah dengannya, aku dapat berbicara semauku tanpa ada yang menghina. Aku dapat tidur nyenyak dan minum dengan puas.

“Aku Ummu Abu Zar.  Maksudnya apa? Seorang wanita yang mempunyai banyak perabot dan rumahnya luas.

“Putraku Ibnu Abu Zar. Maksudnya apa? Dia mempunyai tempat tidur dari sebilah perlepah kurma dan cukup makan dengan tulang belikat kambing.

“Putriku Bintu Abu Zar. Maksudnya apa? Yaitu seorang putri yang taat kepada ayah dan ibunya, bertubuh gemuk dan membuat iri tetangga.

“Budak Jariyah Abu Zar. Maksudnya apa? Yaitu seorang budak yang tidak membocorkan rahasia pembicaraan, menjaga makanan, dan tidak semarangan membuang sampah.

“Suatu hari, Abu Zar keluar tanpa pikir panjang dan bertemu seorang wanita yang mempunyai 2 putra. Kedua anak tersebut bermain-main di bawah payudara sang ibu. Karena tergoda, akhirnya Abu Zar menceraikanku dan menikahi wanita tersebut. Setelah itu, aku menikah dengan seorang bangsawan penunggang kuda dengan pembawa tombak. Dia memberiku banyak karunia dan menghidangkan padaku setiap jenis makanan seraya berkata, ‘Makanlah wahai Ummu Zar’ dan berilah keluargamu.’ Seandainya seluruh pemberiannya aku kumpulkan, tidak menyamai perabotan terkecilpun milik Abu Zar.’”

Aisyah melanjutkan, “Rasulullah menanggapi, ‘Aku bagimu ibarat Abu Zar dan Ummu Zar.’” Dalam riwayat lain ditambahkan, “Hanya saja aku tidak menceraikanmu.” (HR. Muslim)"

Silakan simak penjelasan lengkap dari Ust. Firanda tentang hadits ini di https://www.firanda.com/index.php/artikel/keluarga/133-suami-sejati-bag-6-qkisah-abu-zar-dan-ummu-zarq


Kemudian, diingatkan kembali tentang hadits tentang penghuni neraka Jahannam, karena wanita lebih suka kufur dan tidak melihat kebaikan suaminya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari, no. 3069 dan Muslim no.7114, dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)


Hidup manusia itu sesungguhnya selalu diuji dengan dua hal, musibah dan nikmat. Begitu pula manusia diuji dengan suaminya masing-masing, apakah kita akan termasuk yang mengkufuri suami dan kebaikannya, atau termasuk yang bersyukur?

Setiap wanita memiliki benih-benih kekufuran untuk membangkang, jika dia tidak suka sesuatu maka dia akan mengungkapkan keunggulan dirinya di hadapan suaminya.

Salah satu yang paling diinginkan iblis adalah ketika pasangan suami istri, berselisih kemudian saling mendiamkan, kemudian saling memboikot, kemudian talak. Apalagi jika sebuah rumah tangga tersebut jauh dari cahaya ilmu.

Ingatlah hadits, bahwa manusia yang paling berhak terhadap seorang istri adalah suaminya.

2/17/17

Aliran Rasa Komunikasi Produktif IIP Bunda Sayang

Hari libur ini, anak-anak alhamdulillah masih tidur pulas di kamar, ayah sedang ada acara reuni kampus di Bandung, menu ayam ungkep bawang putih sudah selesai dimakan tadi siang, cucian semalam sudah kering, tumpukan setrikaan yang menggunung sebagian besar sudah rapi dan dilipat ala konmari di lemari masing-masing, buku-buku sudah punya rumah raknya yang baru, sepatu-sepatu juga sudah tidak tampak berserakan kini di raknya yang tertutup, bunga-bunga di halaman depan dan belakang sudah semakin rimbun dan rapi, tugas kuliah online dan offline hampir semua bisa dikerjakan.
Daftar yang membuat saya bersyukur ini bisa terus bertambah panjang, karena nikmat yang diberikan Allah Ta'ala itu haqqul yaqin tidak mungkin bisa jika kita hitung, saking banyaknya.

Sebulan ini, tugas di Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, adalah tentang Komunikasi Produktif, terus terang begitu banyak membantu saya untuk berhenti, fokus, merenung, memperbaiki, mengulang yang baik dalam hal berkomunikasi dengan diri sendiri, pasangan dan anak-anak. Tiga aspek yang paling dekat dengan diri pribadi dan insya allah sangat bisa dipraktikkan dengan pihak dan lingkungan di luar rumah. Sebenarnya, penting dan sangat vital sekali peran komunikasi ini dalam keluarga, bahkan saking pentingnya, apa yang keluar dan terucap dari mulut orang tua akan sangat berpengaruh terhadap jiwa seorang anak. Jika gampang emosi, mudah meremehkan, tidak sabar, maka sudah pasti anak-anak kita nanti akan meniru persis apa yang kita ucapkan. Namun sebaliknya, jika tutur kata yang diucapkan orang tua adalah perkataan yang baik, penuh hikmah, mengandung ketegasan, insya allah akan berdampak baik pula bagi jiwa seorang anak.

Pelan-pelan, semua orang tua saya yakin bisa memperbaiki kualitas komunikasi di dalam keluarga, dengan bekal tekad dan komitmen yang kuat. Asalkan prinsip utama ini selalu diingat, I am responsible for my communication result, bahwa respon dan reaksi dari komunikasi kita adalah hasil dari cara berkomunikasi kita sendiri. Tanpa disadari, mungkin gaya komunikasi saya sudah masuk di level auto pilot, dan bisa jadi bahaya karena saya tidak tahu apakah komunikasi sebelumnya itu sudah benar atau tidak. Misalnya, menyuruh anak untuk melakukan sesuatu dengan mengimingi atau mengancam. Ternyata, setelah dipelajari ada teknik persuasi untuk mengajak anak kita mau melakukan sesuatu. Inilah sebenarnya mengapa belajar itu penting buat saya, karena walaupun tertatih, tapi paling tidak ada alarm buat saya, jika pesan dalam komunikasi lebih banyak mengandung 12 Gaya Komunikasi yang salah (ada di posting sebelum ini), alarm ini yang mengingatkan saya untuk beristighfar, dan kembali pada bahasa yang santun.

Mudah-mudahan sepanjang hidup kita sebagai orang tua, terus diisi dengan ilmu dan ilmu. Agar anak-anak kita bisa menjadi bagian dari generasi Rabbani.

Cimanggis,
18 Feb 2017