11/5/16

NHW#3 “Membangun Peradaban Dari Rumah”

#Nana Adha_NHW#3 “Membangun Peradaban Dari Rumah”

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
  1. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Respon suami:
Saya mengirimkan surat cinta tersebut melalui WA dan dibalas sekitar 1 jam kemudian. Dan dijawab dengan one line dan 1 emoticon saja. Hahaha, antara haru dan ingin tertawa sebenarnya namun saya sudah menduga sebelumnya. Baru setelah pulang dari kantor saya tanyakan lebih lanjut, mengapa lama sekali membalasnya. Ternyata suami saya sibuk di kantor. Yang lucunya, suami menanyakan apakah saya sedang ada masalah sampai harus mengirimkan surat segala.

  1. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
PotensiFikriy.png

PotensiMahira.png

  1. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki

PotensiUmmi.png
  1. Untuk mentransfer segala ilmu dan sifat baik yang ada di diri agar dicontoh oleh anak-anak
  2. Untuk mendidik anak menjadi pekerja keras, bertanggung jawab dan berTauhid hanya kepada Allah
  3. Untuk menyiapkan fisik anak-anak agar tumbuh dengan sehat
  4. Untuk membuka wawasan dan jalan bagi anak dengan bekal networking yang dimiliki

  1. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
    1. Tinggal di Depok, belum ada tetangga (di kanan 1 rumah, di kiri selang 1 kavling kosong 1 rumah) sehingga akses untuk bersosialisasi dengan anak-anak sepantaran umur kedua balita saya menjadi lebih terbatas. Oleh karena itu, saya dituntut menjadi lebih kreatif dalam mendidik Fikriy dan Mahira agar betah bermain walau lebih banyak di dalam rumah
    2. Kesempatan untuk mengikuti kuliah online semakin terbuka karena belum memungkinkan untuk saat ini menghadiri langsung pengajian, seminar dan sebagainya. Selain karena agak sulit menitipkan anak-anak saya kepada saudara kandung yang berlokasi sekitar 30km dari rumah.


No comments:

Post a Comment