6/14/17

T10H Level 5 Day 4

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Tidak terasa ya kita sudah memasuki hari ke 10 terakhir di bulan Ramadhan, rasanya sedih karena masih banyak ibadah dan amalan lain yang belum bisa dikerjakan dengan maksimal dan Ramadhan akan beranjak pergi dengan pelan dan sepi meninggalkan kita. In Shaa Allah, mari kuatkan semangat dan tekad untuk mengisi sepuluh hari terakhir dengan amalan terbaik kita yaa.
Kemarin anak-anak lebih banyak beraktivitas fisik karena lagi senang-senangnya bermain petak umpet sampai lewat waktu Zuhur ummi masih diajak lari dan ikutan sembunyi hihi. Jadilah kami menghabiskan waktu bermain petak umpet dulu dan kemudian anak-anak makan siang dan akhirnya tidur siang hingga ashar. 
Oiya, Fikriy selain sekarang lagi suka teriak yang kencang (zzz zzz zzz...), juga senang berkekspresi salah satunya meniru gaya ummi membacakan buku. Ternyata lucu juga melihat gaya anak-anak yang membacakan cerita kepada adiknya, kalimat yang dibacakan hampir sama dengan apa yang orang dewasa ucapkan. Jadi deh kemarin Ummi minta tolong Fikriy membacakan halaman pertama buku untuk Mahira.
Sementara itu Fikriy dengan segudang pertanyaannya yang mudah-mudahan Ummi diberikan ilmu serta kesabaran dalam menjawabnya, mengisi hari-hari kami di luar tangisan ketika mereka berdua berebut sesuatu ya, hihi. Kalau sudah menangis salah satunya, baru deh ummi turun tangan memisahkan keduanya.
Mau tau kemarin kami mengambil buku-buku apa saja dari perpustakaan mini di rumah? Yuk, lihat di bawah yaa

Fikriy
Amazing Cars dari penerbit Arcturus Holdings Limited: 

ini sebenarnya buku lama yang dibeli di BBW pertama sekitar 2 tahun lalu, alhamdulillah masih awet bukunya cuman cut out miniatur mobilnya sudah rusak duluan hihi. Isinya ada 5 jenis model mobil dan fakta-fakta pembuatannya, cerita komik singkat dan foto-foto aneka mobil tersebut. Di bagian mobil balap, Fikriy mengelaborasi sedikit tentang bahayanya mobil jika dipacu dengan kecepatan tinggi. Sambil ummi jelaskan bahwa mobil balap itu adanya di sirkuit balapan jadi tidak di jalan raya. Sambil ummi sisipkan pertanyaan, Fikriy paling suka jenis mobil yang mana di antara semuanya dan coba hitung berapa jumlah ban mobil limousine yang ada di buku. Nah, jumlah ban mobil yang bisa dihitung Fikriy adalah di bagian yang tampak saja, sementara yang di baliknya tidak kelihatan. Jadi sekalian ummi kasih tau kalau jumlah ban mobil itu sama antara kanan dan kiri agar bisa bergerak.

The Ultimate Guide to Animals : ini adalah buku bergambar yang menakjubkan tentang dunia hewan disertai dengan keterangan rinci mengenai kehidupan hewan tersebut dalam bahasa Inggris. Terkadang ummi juga tidak bisa menerjemahkan dengan sempurna karena begitu banyak istilah biologi yang ummi tidak paham hihi, nah jika sudah demikian biasanya kami lebih banyak berdiskusi tentang bagian-bagian yang tampak dari fotonya saja. Buku ini juga kami beli di BBW 2 tahun lalu dan alhamdulillah walau bukan hardbook tapi belum ada yang sobek oleh anak-anak, soalnya ummi jagain bener bukunya hihi. Di buku ini juga ummi sisipkan tentang batapa Allah Subhanahu wa Ta'ala begitu Maha Sempurna dengan seluruh makhluk ciptaanNya.

Chugg The Train dari penerbit Autumn Publishing: 

buku boardbook ini sebenarnya berjumlah 6 judul buku, hanya ada 8 halaman terdiri dari 1 halaman teks dan 1 halaman ilustrasi, dan ukurannya cukup mudah digenggam oleh balita. Buku yang cukup menarik dan cepat selesai karena jumlah halamannya sedikit hihi. Ini termasuk yang sering diminta Fikriy baca karena ilustrasinya yang menarik.

Mahira
Old McDonald Had A Farm oleh penerbit igloobooks : 

dede kemarin mengambil beberapa buku tapi kemarin buku bersuara (jika ada baterai) ini diambilnya ketika malam kami berdua di rumah sementara Ayah dan Fikriy ke mesjid. Dulunya buku ini mengeluarkan suara tapi karena terlalu sering dipencet akhirnya baterainya habis deh :) dan ummi belum mengganti dengan baterai baru lagi sejak itu. Dede sedang di fase pengenalan berbagai jenis benda, warna dan suara dari peternakan McDonald.

Ummi
Ummi sendiri melanjutkan tafsir Ibnu Katsir surat Luqman kemarin yang masih sisa 2 ayat lagi (Luqman 33 - 34) dan Kisah Sahabiyah yang kemarin tentang Ummu Salamah, Ummu Sulaim dan beberapa shahabiyah lainnya. 

Mashaallah, membaca kisah para shahabiyah yang memeluk agama Islam pada zaman Rasulullah ini berisi penuh tantangan baik secara fisik dan bathin. Kalau membayangkan, rasanya tidak mungkin bisa menyamai sedikitpun amalan para wanita penghuni syurga ini. Tapi dengan membaca kisah-kisah mereka ini pula, menjadi pemacu semangat ummi khususnya untuk terus memperbaiki kualitas diri untuk tidak gampang kendor semangatnya.

Ayah
Bagaimana dengan Ayah? Selain mengikuti kajian di kantor, Ayah juga berkonsentrasi dengan tilawahnya. Jadi pohon literasi keluarga dari Ayah adalah tilawah dan tadabbur terjemahannya yaa :)

6/13/17

T10H Level 5 Day 3

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Kemarin menjelang tidur siang (lebih tepatnya tidur sore karena baru menjelang ashar anak-anak akhirnya jatuh tertidur), kami menambah beberapa buku untuk proyek pohon literasi keluarga. Oiya, pohonnya belum sempat ummi foto, rantingnya alhamdulillah sudah ada dan sengaja ummi simpan di tempat yang aman dari Mahira soalnya takut bernasib dipatah-patahin dede hihihi. Nah untuk menuliskan daun yang berisi nama buku dan anggota keluarga, belum ummi diskusikan final dengan Fikriy kembali walaupun ide awalnya sudah ada dengan menggunakan benang dan kertas origami berwarna-warni. 

Fikriy
Buku yang diambil dari perpustakaan mini kemarin berjudul Aku dan Duniaku 

karya Kak Eka Wardhana dari Rumah Pensil Publisher. Buku ini sebenarnya buku lama yang ummi beli saat awal memulai usaha jualan buku. Isinya tentang perkenalan mengenai dunia sekitar dari sisi anak-anak. Bab yang dibaca kemarin tentang Hewan Darat dan Aneka Kendaraan. Pada Bab Hewan Darat, ummi jelaskan bahwa dunia hewan tinggal selain ada yang di darat, juga ada di air, udara dan di dua dunia (darat dan air). Sebagian besar hewannya sudah pernah Fikriy lihat langsung di Kebun Binatang Ragunan dan Taman Safari Indonesia. Sisanya yang belum, spontan Fikriy bilang kalau dia belum pernah melihatnya. Nah, pada bab aneka kendaraan, ada beberapa yang belum pernah Fikriy lihat yaitu Kapal Selam dan Helikopter. Kan susah ya mau nunjukin kapal selam hihihi. In sha Allah nanti kalau ada rejeki, ummi bisa mengajak anak-anak untuk melihatnya ya.
Buku selanjutnya yang Fikriy baca adalah Iqro jilid 1 huruf Sin (Sa), namun kemarin sepertinya Fikriy masih belum terlalu fokus dan hanya menamatkan setengah halaman huruf Sa hihi. Tapi ummi sengaja tidak melanjutkan sisa setengah halamannya kembali sambil menunggu inisiatif Fikriy untuk minta belajar Iqro sendiri seperti biasanya.


Mahira
Dede kemarin memilih Princess Noura Yang Gemar Menolong
dari DAR!Mizan dan My First ABCD Boardbook dari DK. Ummi bacakan tentang kisah Putri Noura yang memiliki sifat suka memberikan pertolongan kepada siapapun dan dalam kisah ini pertolongannya diberikan kepada seekor burung yang sakit. Pesan dalam kisah ini mengajarkan agar kita memiliki sifat penyayang kepada siapapun dan semua makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena itu adalah sifat yang diperintahkan dalam agama Islam. Beberapa ekspresi di dalam buku ini Ummi gunakan juga sekaligus untuk mengajarkan Mahira tentang arti sedih, gembira dsb.
Buku My First ABCD adalah buku kedua yang Mahira minta bacakan oleh Ayah selepas pulang dari kantor. Bukunya menggunakan foto asli dan bukan ilustrasi sehingga menarik untuk anak-anak. Ummi ikut senang karena Ayah bisa ikut serta dalam proyek pohon literasi keluarga dan bermain bersama anak-anak. 
Terima kasih banyak, Ayah !

Ummi 
Buku yang Ummi baca kemarin adalah lanjutan Kisah Shahabiyat dan Tafsir Ibnu Katsir Surat Luqman. 

Pada buku kisah sahabiyat, ummi meneruskan sedikit tentang putri bungsu Nabi Muhammad Sallallaahu alaihi wasallam yaitu Ummu Kultsum dan kisah ibu susu  serta bibi Nabi Muhammad Sallallaahu alaihi wasallam (Shafiyah binti Abdul Muthallib). Membaca kisah-kisah para sahabiyat ini juga sekaligus motivasi untuk diri ummi sendiri agar lebih semangat belajar tentang Islam agar bisa mendidik anak-anak dengan lebih baik lagi. 
Tafsir Surat Luqman yang ummi baca kemarin adalah surat 1 - 32 tentang kisah Luqman Al Hakim, seorang budak dari Ethiophia yang diberikan hikmah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan pesan kepada anaknya bernama Tsaran agar menyembah dan tidak menyekutukan selain Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ayah
Kemarin Ayah belum menambah lagi buku bacaan selepas pulang dari kantor. Hari sudah hampir Isya ketika Ayah tiba di rumah dalam keadaan hujan lebat. Tak lama tiba di rumah, makan malam dan bersantai bersama akhirnya kami beristirahat malam lebih cepat dari biasanya. Mudah-mudahan besok Ayah bisa menambah bacaannya ya hihihi


Depok,
13 Juni 2017

6/12/17

T10H Level 5 Day 2

Bismillaahirrahmaanirrahiim...


Hari ini kami sekeluarga melanjutkan kembali proyek pohon literasi keluarga sebagai tantangan untuk menstimulasi minat baca keluarga. Setelah weekend kemarin sempat off karena kami menjadi host ifthar jama'i keluarga besar, hari ini kami bertiga baru bisa membaca buku menjelang tidur malam. Kebetulan siang harinya ada tantenya Fikriy dan Mahira yang datang berkunjung dan selepasnya kami ketiduran sampai jam 5 sore dan ummi sudah harus bersiap untuk ifthar keluarga. Alhamdulillah masih keburu sebelum adzan Maghrib :)

Buku apa saja yang menjadi menu kami hari ini? Berikut detailnya ya..

Ummi
Ummi kebetulan secara bersamaan sedang mengikuti sekolah Akademi Keluarga Parenting Nabawiyah yang salah satu aplikasi program hariannya di bulan ini adalah meningkatkan pemahaman ilmu agama tentang kisah para shahabiyat di zaman Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam. Jadi buku yang ummi baca hari ini adalah "Mereka Adalah Para Sahabiyat" yang ditulis oleh Mahmud Mahdi al-Istanbuli dkk, 

tentang kisah putri Nabi Muhammad Sallallaahu 'alaihi wasallam yaitu Zainab al-Kubra, Ruqayyah, Fatimah az-Zahra dan Ummu Kultsum binti Rasulullah. Mashaallah ternyata begitu banyak kisah putri Nabi yang baru ummi dengar setelah membaca buku ini, misalnya tentang Fatimah yang memiliki kemiripan yang paling banyak dibandingkan putri lainnya, hanya dari Fatimah lahir cucu-cucu Nabi yang bernama Hasan dan Husein yang hidup hingga berusia cukup lama sementara dari putri lainnya, cucu Nabi ini berumur singkat. Meski baru membaca kisah yang cukup singkat, namun ummi merasa banyak sekali yang masih harus ummi gali dan menjadi motivasi agar lebih semangat lagi menuntut ilmu agama sebagai bekal ummi dalam mendidik anak-anak.

Fikriy
Hari ini alhamdulillah, Fikriy 4yo, masih bersemangat diajak tarawih ke mesjid bersama Ayah, meski pada saat ditanya sehabis pulang shalat apa yang dilakukan di sana, Fikriy menjawab dengan senyum saja hihi, tapi bagi ummi sudah lebih dari cukup dan membahagiakan karena Fikriy sudah berusaha dengan semampunya untuk mencintai mesjid. Mungkin karena durasi shalat Isya dan tarawih berjamaah yang cukup lama di mesjid tersebut (biasanya bacaan surat yang dipilih imam sangat panjang), maka sesampainya di rumah, tak lama kemudian Fikriy akan minta ditemani tidur karena capai. Jadi malam inipun seperti malam sebelumnya, saat menjelang tidur ummi bebaskan Fikriy mengambil buku yang mau dibacakan.
Oiya, kami membiarkan beberapa buku di kursi panjang di samping kasur sebagai buku pilihan yang bisa diakses dengan cepat oleh anak-anak sebelum tidur. Jika tidak ada yang cocok, baru mereka akan menuju ke rak buku keluarga di ruang tamu. Tadi buku yang diambil Fikriy adalah Seri Kereta Api Indonesia Kelas Ekonomi yang ditulis oleh Kak Wulandari.

Buku seri otomotif ini salah satu favorit Fikriy karena dia sangat menyukai kereta api. Isinya tentang rute-rute kereta api kelas ekonomi di Indonesia, dengan informasi singkat mengenai jadual keberangkatan dan rute yang dilintasi kereta tersebut. Cukup menarik karena terdapat foto asli kereta api yang dimaksud. Ummi membacakan beberapa halaman saja, karena tidak lama kemudian Fikriy sudah minta dipijit kakinya karena mungkin kelelahan habis ikut shalat tarawih hihihi.  

Mahira
Putri ummi yang luar biasa aktif dan baru bisa tenang saat tidur ini, alhamdulillah juga mengikuti jejak kakaknya yang suka dengan buku walau di tahap usianya sekarang lebih suka menunjuk-nunjuk bagian di boardbook yang penuh ilustrasi berwarna. Pilihan buku yang diambil tadi sebelum tidur adalah Princess Salima dan Buah Jeruk yang ditulis oleh Alin Imani. 

Boardbook yang diterbitkan DAR!Mizan ini sangat menarik untuk anak-anak karena selain ilustrasi berwarnanya yang bagus, pesan yang disampaikan mengandung makna yang mudah dicerna oleh anak. Seperti kisah Putri Salima yang kesepian dan ingin bermain dengan Nina putri seorang tukang kebun istana. Kisah putri ini ada beberapa judul buku dengan pesan yang berbeda-beda. Selain mengajarkan pesan moral yang tersirat di dalam buku, ummi juga sekaligus memperkenalkan kosa kata baru, nama-nama warna dan lainnya.

Ayah
Bagaimana dengan ayah hari ini? Sepertinya ayah masih kecapean jadi selain tadarus Ayah tidak membaca buku lainnya. Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor ayah tilawah sekaligus tadabur terjemahan surat tersebut. Ummi masih ketinggalan di belakang ayah nih tilawahnya hihi, doain bisa menyusul ya :)


Depok,
12 Juni 2017



6/9/17

T10H Level 5 Day 1

Bismillahirrahmanirrahim,

Di bulan Ramadhan ini, alhamdulilah ummi masih mendapat kesempatan untuk naik ke level 5 di kelas Bunda Sayang Depok. Setelah materi sebelumnya KomProd, Melatih Kemandirian Anak, my family my team, Dan Mengenal Gaya Belajar Anak, maka kali ini tantangannya adalah Menstimulasi Minat Baca Anak tentunya sesuai dengan rentang usia masing-masing anak.

Bentuknya secara sederhana adalah memperbanyak kuantitas dan juga kualitas aktivitas membaca anak-anak. Tujuannya adalah setelah anak melewati fase berbahasa yang meliputi mendengar, berbicara kemudian membaca, terakhir anak-anak diharapkan makin terampil menulis. Dalam wujud sederhananya, T10H Level 5 ini, ummi dan keluarga diajak untuk mewujudkan pohon literasi yang merupakan simbol dari banyaknya literasi yang dibaca oleh setiap masing-masing anggota keluarga. Setiap judul buku diibaratkan dengan daun, sehingga semakin rimbun daunnya, semakin rindang pohonnya, maka semakin kaya pula literasi keluarga itu.

Nah, untuk tahap persiapan memperkaya pohon literasi keluarga, sebenarnya sejak kemarin ummi sudah mengajak fikriy berdiskusi sedikit tentang buku-buku kesenangannya. Ceritanya kemarin sehabis bangun pagi, dede mahira masih bobo, ayah juga masih persiapan berangkat ke kantor. Kami berdua duduk santai di teras depan rumah, padahal fikriy belum cuci muka hihi, tapi suasana pagi itu sangat sahdu. Tidak terlalu panas, dan tidak pula mendung. Fikriy lantas ummi tanya mau baca buku apa hari ini?
Fikriy masuk ke dalam ruang tamu, dan tak lama datang kembali dengan sebuah buku tebal tentang aircraft. Dalam hati ummi bilang, alamak tebal kali bukunya hihi. Pagi itupun akhirnya kami lewati sebentar dengan chit chat sebelum tak lama akhirnya dede mahira bangun dan ayah siap berangkat ke kantor.

Hari ini, ummi mengajak fikriy diskusi kembali tentang rencana membuat pohon literasi atau bahasa mudahnya, pohon buku, untuk tugas kami. Ummi cukup takjub dengan jawaban fikriy ketika ditanyakan bagaimana caranya membuat pohon.

Fikriy : "Nanti kita buat pohonnya, trus daun daun, terus jadi deh, mi. 
Bisa pakai kertas coklat yang di gudang (maksudnya kertas sampul buku yang panjang berwarna coklat)."

Kemudian kami sempat juga membuka-buku Rumah Main Anak sebagai referensi membuat pohon yang menarik, dan tentunya aman karena adiknya yang masih sangat ingin tahu banyak hihi. Ummi kemudian teringat, ada ranting pohon kering di rumah Omnya Fikriy yang hari Ahad ini inshaallah akan bermain bersama. Jadi sepertinya menggunakan ranting kering juga cukup menarik, dan nanti judul buku beserta penulis dan nama anggota keluarga, bisa diikat dengan benang.

Mudah-mudahan berjalan dengan lancar!

Tantangan Level 5

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
*Tantangan Level 5*

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

🌴 *Jadilah teladan*
✅ Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga
✅ Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca
✅ Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya

👨‍👩‍👧‍👦 *Bagi yang sudah memiliki anak*
📖 Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👫 *Bagi anda yang belum memiliki anak*
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
💭 Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca
📝 Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

👰🏻 *Bagi anda yang belum menikah*
📖 Membacalah!
📷 Dokumentasikan kegiatan membaca anda
📝 Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.

❕Gunakan hashtag
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

⏳ Periode Tantangan:
8-24 Juni 2017

Kirimkan tugas anda melalui link berikut:

http://bit.ly/BunSayLevel5Dpk

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Cemilan Rabu 🍯 Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

🍯 *Cemilan Rabu* 🍯
*Materi #5:* *Menstimulasi Anak Suka Membaca*

*Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

📚Membaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.

📚Membaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya.

📜Berikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.

*Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

*📖1. Tahap fantasi (Magical Stage)*
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

📖 *2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)*

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan

📖 *3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)*

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad

📖 *4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)*

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan

📖 *5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)*

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:

https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/

https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5 MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

*Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5*

_MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA_

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹

Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?
Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

🍒 *KETRAMPILAN BERBAHASA*
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

🍒 Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)
d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.*
Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.
Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.
Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (
MENULIS KARYA)
Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _"Most Littered Nation In the World"_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.
Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll.

Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*

Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

🌼🌸🌼🌸🌼🌸

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.

🍒 *TAHAP MENDENGARKAN*

a.*Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b.Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c.*Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d.*Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e.*Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

🍒*TAHAP BERBICARA*

a.Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*

b.*Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c.Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d.*Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

🍒*TAHAP MEMBACA*

a.*Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b.*Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi.

c.Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d.Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e.Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku

f.Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g.Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h.Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i.*Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).

j.Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.

k.*Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku.
Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l.*Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m.Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n.*Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o.*Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:
📌Masing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding.
📌Siapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.
📌kemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut.

Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

🍒*TAHAP MENULIS*

a.*Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b.Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis  apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c.*Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d.*Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e.*Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang /

📚Sumber  Bacaan :

_Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014_

_Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017_

_Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012_

http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx