- "Jika warna hijaunya ummi ambil (xxxxx sekian), berarti sisanya tinggal berapa, Mas?", tanya ummi.
- Fikriy kemudian berhitung jumlah jepit yang berkurang setelah diambil dan menyebutkan jawabannya dengan benar.
- Kemudian ummi coba dengan warna lainnya pink dan hijau, dengan stimulasi mengambil beberapa kemudian menambahkan ke warna yang berbeda.
7/25/17
Tantangan 10 Hari Level 6 Day 4
7/23/17
Tantangan 10 Hari Level 6 Day 3
7/22/17
Tantangan 10 Hari Level 6 Day 2
- Jumlah buah pepaya di atas pohon : sewaktu berjalan ke sekitar rumah tetangga yang berada di luar kompleks, lingkungan asri dengan pekarangan yang luas langsung terasa. Begitu juga dengan aneka tanaman yang ada di pekarangan tersebut, salah satunya pohon pepaya yang tinggi menjulang ke atas dan sedang berbuah. Ummi mengajak Fikriy menghitung jumlah buah pepaya yang tergantung di atas, dan sebenarnya cukup sulit untuk dihitung karena pandangan yang terbatas. Tapi pelan-pelan dihitung bersama dan jumlahnya ada 8. Kalau di foto ini, terlihat tidak sampai 8 ya :)
- Jumlah ayam yang ada di sekitar kandang : yang juga cukup seru adalah begitu banyak ayam kampung peliharaan tetangga yang berkeliaran dan mengeluarkan suara kukuruyuk. Kalau ummi melihat ayam kampung yang gede, jadi keinget masak hihi. Nah, tadi sewaktu berjalan-jalan, ummi minta tolong Fikriy menghitung ada berapa jumlah ayam yang berada di sekitar kandang.
- "Ada 6", kata Fikriy, beberapa sedang berlari dan sebagian ada di dekat kami. Perhitungannya alhamdulillah benar.
- Jumlah monyet yang dipelihara di rumah tetangga : ketika kami berjalan cukup jauh dan hampir berputar balik untuk pulang ke rumah, pandangan kami terhenti pada sebuah hewan yang sedang duduk santai di sebuah ranting yang cukup besar. Ya, ternyata ada monyet peliharaan tetangga yang sepintas terlihat ramah karena tidak tampak tertanggu dengan kehadiran kami.
- "Jumlahnya ada berapa, Mas?", tanya ummi.
- "Satu", jawab Fikriy.
7/21/17
Tantangan 10 Hari Level 6 Day 1
- Mengelompokkan berdasarkan bentuk
- Menhitung hewan sesuai dengan jenisnya
7/17/17
Aliran Rasa Game Level 5
6/24/17
T10H Level 5 Day 10
Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah Allah Subhanahu wa Ta'ala sampaikan kita ke penghujung Ramadhan dan hari ini 1 Syawal 1438 H in shaa allah mudah-mudahan menjadi awal bagi lembaran amal-amal shalih kita setelah sebulan dilatih untuk tak lengah mengisi setiap saatnya dengan ibadah. Aamiin allahumma aamiin.
Ummi kemarin sudah mulai on duty di dapur untuk mencicil masak, dan malamnya ketiduran waktu mau membacakan anak-anak buku dalam proyek pohon literasi keluarga. Dan hari ini kami berkemas untuk menginap ke rumah kakak perempuan tertua ummi di Jakarta Selatan. Dan sesampainya di sana, ummi langsung dinas di dapur jadi akhirnya membacakan buku terakhir di hari ke sepuluh ini baru bisa ummi lakukan di malam hari. Bukunya juga apa yang ada di rumah maklung soalnya ummi kelupaan bawa buku ke mobil sebelum berangkat. Hihi, maaf yaa Fikriy dan Dede.
Nah, kemarin ummi lihat beberapa brosur dan booklet sisa perjalanan maklung (Bude) nya Fikriy ke Eropa sebelum bulan puasa. Ummi pilih brosur tentang wisata di negara Swiss. Ternyata alamnya bagus banget dan banyak pilihan wisata yang ditawarkan kepada pengunjung. Mulai dari pegunungan Alpen, museum, shopping Centre, universitas tempat dulu Albert Einstein pernah sekolah, pusat shopping cokelat Lindt terbesar, air terjun Rhine, Lucerne dan sebagainya.
Fikriy dan Mahira ummi ajak menjelajahi negara di Eropa melalui foto-foto yang sangat indah di dalam brosur tersebut. Walaupun perhatiannya terpecah karena mereka berdua sibuk sekali bermain dengan Om serta tante nya, tapi alhamdulillah ummi sangat menghargai usaha mereka dalam proyek kali ini. Terutama Fikriy yang di penghujung Ramadhan kena pilek, mungkin saking semangatnya kena angin ketika kami berangkat naik motor dan terkena terpaan angin AC ketika berada di dalam mesjid.
Ummi sampaikan langsung apresiasi kepada Fikriy, betapa senang dan bangganya atas semangat ke mesjid, membaca iqro dan banyak hal lainnya yang dilakukan selama bulan Ramadhan ini. Doain ya supaya Fikriy dan Mahira menjadi anak-anak yang sholeh dan shalihah. Rencananya kemarin ummi mau kasih sticker untuk apresiasi kerja keras anak-anak, tapi mohon maaf ternyata kelupaan karena sibuk nyiapin masakan dan packing hihi.
Akhirul kalam, ummi dan keluarga mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan ini dan menjadikan kita Istiqomah dalam beribadah selama 11 bulan ke depan, aamiin ya mujibassa'ilin.
Petukangan Selatan,
1 Syawal 1438 H
6/22/17
GAJI dan REJEKI Oleh : Septi Peni Wulandani
*GAJI dan REJEKI*
_Oleh : Septi Peni Wulandani_
" _Jika saat sekolah hanya demi untuk mengejar nilai, saat kuliah hanya demi mengejar ijazah, dan di saat kerja hanya demi mengejar gaji, apa yang akan kita bawa saat menghadap Ilahi?_ "
Pertanyaan ini sangat menohok ketika kami memutuskan untuk tidak lagi bergantung pada gaji, meng "nol" kan diri di saat krisis 1998 berimbas pada keluarga kami.
Keluarga muda dengan anak pertama usia 2 th, anak kedua baru 1 th, dan sang bapak memutuskan resign dari pekerjaan tetapnya.
Situasi ini tidak mudah bagi seorang kepala keluarga, tugas saya sebagai istri adalah membuatnya menjadi menyenangkan.Agar kami yakin bahwa kebahagiaan tidak terletak hanya pada besaran gaji/uang yang kita terima setiap bulannya.
Karena hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka..
Tapi apa yang telah dinikmatinya
Setelah masuk tahap menerima (accepting), memaafkan segala situasi (forgiving), tidak menyalahkan orang lain, dan senantiasa berusaha meningkatkan kualitas diri kami (up grading).
Ternyata kami jadi paham bahwa rezeki tidak selalu terletak pada pekerjaan kita..
Allah menaruh sekehendak-Nya.
Antara bekerja dan rezeki, bukanlah dua hal yang selalu harus menjadi hukum sebab akibat, karena rezeki kadang perlu kita tafakuri. Rasulullah pernah bersabda bahwa
" _Sesungguhnya rezeki itu akan mecari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya_ "
Imam Al Ghazali pernah mengucapkan bahwa
" _Bisa jadi engkau tidak tau dimana rezekimu, namun rezekimu tau dimana engkau. Jika rezeki itu ada dilangit maka Allah akan turunkan, jika rezeki itu berada didalam bumi maka Allah akan perintahkan untuk muncul supaya berjumpa dengan kita_
Masihkah sampai hari ini kita takut akan rezeki, sampai dibela-belain menghambakan diri pada manusia lain, mengejar sesuatu yg sudah pasti, mengorbankan amanahNya, melupakan ketaatan padaNya hanya demi angka-angka yang ada di struk gaji?
#padepokanmargosari
#rezeki